Yahoo! 360° News | Beta Feedback
Start your own Yahoo! 360° page

dhitos

Top Page  |  Blog  |  Feeds  |  Friends

Add

dhitos is not connected to you in Yahoo! 360°.

Last updated Sun Jan 21, 2007 Member since June 2006

definisi kesepian yang sebenarnya adalah hidup tanpa tanggung jawab sosial--> Click here

1 - 5 of 57 First | < Prev | Next > | Last

DhitosKlip Full Post View | List View

Diary, Budaya, Sastra Jawa, Spirit & lain-lain

".. kamu dimana sih! . . . . hayo main " gundu..."
Thursday January 25, 2007 - 09:49pm (ICT) Permanent Link | 14 Comments
Nonton Wayang.. Yuuukk!!
wayang01

Hobby saya nonton wayang terutama wayang kulit sekarang ini sudah tidak se ’getol’ dulu, sekarang saya lebih menyukai filosofi ceritanya dibanding nontonnya. Disamping memang saat ini susah sekali cari tontonan wayang apalagi kalau itu di Jakarta.

Ketika masih kanak-kanak dulu, kalau nonton wayang selalu rame-rame ber-empat atau lima orang teman. Selalu tidak ketinggalan bawa sarung dan ’dibelain’ berjalan berkilo-kilometer ’nglurug’ ke lain desa hanya untuk melihat wayang (lha wong namanya juga di kampung). Sebenarnya sih.. bukan pertunjukan wayangnya yang mau dilihat tapi keramaiannya (kira-kira samalah dengan ’layar tancep’ kalau di Betawi).

Biasanya pertunjukkan wayang diadakan oleh orang yang punya hajat perkawinan atau sunatan atau punya hajat ’ruwatan’ dan biasanya juga yang mengadakan adalah orang yang cukup berada. Itu sebabnya disana banyak makanan enak dan gratis. Karena itu jugalah sebenarnya yang menjadi daya tarik utama yang membuat saya dan teman-teman rela mendatanginya kendatipun tempatnya bisa dikatakan jauh sekali.

Nah, ... kalau sedang nonton wayang saya paling suka cari tempat persis didepan dan dekat sekali dengan dalangnya, tapi posisinya berseberangan dibalik layar tempat wayang dipertunjukkan. Tahu ..enggak, kenapa hayo?!

Karena disitulah tempatnya makanan dan kue yang enak-enak yaitu ditempat ’baki sajen’ selama pertunjukan wayang. Disitu ada yang namanya apem, bika ambon, kue bolu, madumongso, rengginang, bubur merah putih, lepet, kue lapis, wajik, jenang dodol, pisang dan buah-2an dll (tambahin sendiri).

Dan ’pas’ ditengah rame-ramenya pertunjukan dan pak dalang sibuk mempertunjukkan kepiawaiannya memainkan adegan perang. Saat itulah saya dan teman-teman mulai beroperasi diam-diam pada ngambilin kue ditempat sajen-nya dalang. Saya paling suka apem sama bika ambon (menurut saya paling uenak wis..). Kalau sudah merasa cukup, terus diam-diam segera kabur dari tempat tersebut.

Sempat juga sih,.. suatu ketika ketahuan penjaganya, dikejar,..lari, dan jatuh terpeleset terjerembab ketanah ber-lumpur yang habis diguyur gerimis. Untungnya nggak ketangkep dan,.. belepotan lumpur deh tuh kue. dan, cuma denger ’aja’ omelannya.

” Bocak mbedhik.....kwalaaat kamu.!!”

Merasa sayang kue apem yang berlumpur kalau dibuang akhirnya cuma dicuci dengan air sumur terus dimakan ha ha ha...! (halah.. uenaak tenan..)

Lain masa kanak-kanak lain lagi dengan masa remaja. Yang sampai sekarang nggak pernah keturutan adalah mengajak teman perempuan nonton wayang. Karena yang jelas nggak ada yang mau, maunya kalau diajak nonton bioskop yang temanya drama cinta-cinta padahal buat saya lebih asyiik nonton film koboi, karena banyak dar,.. der ...dorr - nya (waktu itu bintangnya yang ngetop Franco Nero sama Client Eastwood – ada yang inget film Django dan fistful of Dollars??).

Jujur saja, waktu itu keinginan mengajak nonton wayang berdua itu bukan karena ceritanya bagus, tapi karena lamanya (lha wong semalam suntuk – kan asyiik!! Tapi siapa yang mau hehehe..) – Halah... untunglah, nggak pernah keturutan sampai sekarang. Nasib.. nasib.

Tapi, kini dengan berjalannya waktu, bagi saya cerita-cerita dalam pewayangan menjadi semakin menarik dan saya semakin menyukainya. Karena penuh dengan fisolofi atau falsafah hidup.

Misalnya saja dalam pergelaran wayang kulit, tanpa disadari penontonnya akan mempersepsikan bahwa wayang-wayang itu adalah manusia dengan segala macam persoalannya.

Terutama masyarakat Jawa didalam menyikapi cerita wayang, umumnya masyarakat mempunyai kesadaran sendiri dan tahu bahwa apa yang ditontonnya adalah merupakan bayangan kebanyakan perikehidupan manusia atau dirinya sendiri.

Oleh karenanya sebagai bentuk refleksi budaya Jawa, cerita wayang dapat dikatakan mencerminkan kenyataan kehidupan, nilai dan tujuan kehidupan, baik itu moralitas, harapan, dan cita-cita kehidupan orang Jawa.

Melalui cerita wayang pula, masyarakat Jawa umumnya memberi gambaran kehidupan mengenai bagaimana hidup yang sesungguhnya atau bagaimana hidup itu seharusnya.

Tentu saja itu hal itu sekarang tergantung pada diri kita sendiri sebagai penontonnya. Apakah kita cuma kesengsem dan terbuai dengan gebyar tontonan wayang karena ramenya cerita dan banyak makanannya atau berusaha mengambil nilai hikmahnya sebagai tuntunan dan sikap hidup bermasyarakat.

‘Lha monggo’ … cukup menarik bukan? Maka itu – nonton wayang yuuk!!! (dhitos)
Wednesday January 24, 2007 - 11:05pm (ICT) Permanent Link | 12 Comments
"..aku dilamar..."

katanya sambil menggoyangkan jari manis kirinya yang sekarang telah melingkar sebuah cincin..

bahagia tentu saja, senyumnya menjadi milikku juga..
sukanya menjadi sukaku juga..

tiada kata yang indah selain puji syukur kepadaNya..
akhirnya dia temukan juga -Insya Alloh- pelabuhan terakhirnya...

hari ini, secara resmi, memang, dia dilamar lelaki itu..
keluarga sang lelaki datang kerumah menyampaikan maksudnya..
meski seminggu setelah perkenalan mereka,
lelaki itu datang menemui bapaknya..
but today is the day..

dirinya sekarang ada "pemiliknya",
jadi tidak boleh ada yang "mendekatinya" lagi..

aku bersyukur untuknya..
aku bahagia untuknya..

melihat perjalanan "cintanya"
memang sungguh tak indah..
tapi aku yakin saat-saat indah seperti ini akan menghampirinya..
karena Alloh selalu akan memberikan yang terbaik untuknya..

aku teringat, kira-kira sebulan lalu..
dia bercerita tentang mantan "cintanya" yang akan segera menikah..
dia bercerita seakan-akan semua orang menyalahkan dirinya yang tidak sabar menunggu..
jujur, aku menitikkan air mata untuknya, merasakan apa yang dia rasakan..
but hey..ini sudah rencanaNya, jangan termakan pembicaraan orang lain..
kusemangatkan dia, klo Alloh punya seseorang yang terbaik untuknya..
jadi jangan bersedih..

selain itu, dia juga bercerita tentang mantan "cintanya" yang lain..
dia bercerita keluarga sang lelaki yang sepertinya tidak menyukai dirinya..
jujur, aku sedikit marah untuk itu..
but hey..kembali kuyakinkan dia, klo Alloh punya seseorang yang terbaik untuknya..
jadi jangan berlarut dalam hal itu..

dan memang, Alloh tak pernah ingkar akan janjiNya..
Alloh selalu mengabulkan do'a hamba-hambaNya..
Alloh selalu memberi apa yang hamba-hambaNya pinta..
dan yang pasti Alloh selalu punya rencana indah yang terkadang kita sendiri tidak menyadarinya..

dan today..tak berselang lama dari cerita itu..
dia di lamar...penantiannya segera berakhir..
"petualangan" cintanya akan berhenti..

dan dia adalah adikku..my lovely sister..

=semoga Alloh selalu melancarkan dan memudahkan segala urusanmu..=

dari kakak kepada adiknya – aslinya dari sini!
Tuesday January 23, 2007 - 12:17pm (ICT) Permanent Link | 7 Comments
SAYA KOK SIBUK BANGET YA…

Suatu ketika pernah tak kusentuh Y360-ku untuk beberapa saat (lama juga sih), tapi “jangan tanya kenapa!” ‘coz’ jawabannya pasti sangat klasik, dan selalu mengkambing hitamkan kesibukan. ...Benarkah?!

Ternyata tidak. Kelihatannya kesibukan hanyalah sesuatu yang tidak nyata. Ia hanya sebentuk prioritas yang memenuhi benak setiap individu, termasuk saya. Atau boleh juga dikatakan kesibukan adalah merupakan aktivitas rutin yang memiliki prioritas lebih dari aktivitas lainnya. Sedangkan prioritas suatu aktivitas lebih banyak dipengaruhi untuk kenyamanan pelakunya.

Jadi pada kenyataanya yang dikatakan manusia sibuk itu sebenarnya tidak ada, yang ada adalah sibuk untuk dirinya sendiri.

Pernah suatu ketika menjelang tidur saya mencoba berhitung, aktivitas apa saja yang sudah saya lakukan pada hari libur mulai dari pagi bangun tidur sampai malam menjelang tidur. Wow.. ternyata saya sibuk juga. Hmm... itupun kelihatannya...

Diawali Solat subuh yang kesiangan, dilanjutkan tidur lagi karena hari libur. Baca koran pagi, kemudian ngobrol dengan tetangga ’ngalor-ngidul’ mulai dari mesin mobil yang gampang mogok sampai mengulang cerita semua berita koran, bahkan ketika istri mengajak ingin ditemani pergi untuk belanja, saya malah memilih jaga rumah, sambil ”ngoprek” mesin mobil yang sebenarnya juga tidak kenapa-2. Kemudian diselingi ngobrol ditelepon, juga sempat ke-asyik becanda SMS-an dengan beberapa teman. Makan siang kelewat, lohorpun menjelang ashar. Sorenya keasyikan browsing internet ’macem-macem’ – sempat juga 'ngomel' karena diganggu. Hmm.. pokoknya sibuk banget wis (nggak perduli apapun!).

Tapi sibuk yang enggak jelas arahnya. Boleh dikatakan 100% sibuk yang hanya untuk kenyamanan pribadi. Padahal idealnya prioritas aktivitas itu mengacu pada peran-peran kita pada hari itu untuk menuju kwalitas yang lebih baik.

Kalau kita jadikan renungan, sebenarnya baik itu dikota atau didesa, simiskin atau sikaya bisa memiliki kemiripan kesibukan yang serupa, itu sebabnya bisa disimpulkan, bahwa manusia sibuk itu, sebenarnya tidak ada!

Kita menjadi sibuk, hanya karena kecintaan untuk kenyamanan pribadi, dan telah kehilangan kesadaran atau kecintaan terhadap peran-peran kehidupan yang idealnya kita miliki, sehingga mengurangi skala prioritasnya.

Coba kita lihat, ketika kecintaan itu ada. Seluruh kegiatan bisa kita tinggalkan cuma untuk sang tercinta. Itulah kenapa seorang presiden direkturpun bisa dengan tiba-tiba menjadi sibuk dan meninggalkan rapat begitu saja begitu sang tercinta meneleponnya.

Dan bisa kita lihat juga kenapa penganggur paling miskin pun bisa lebih memilih main kartu di gardu desa tetangga, walau di rumah, anak istri menunggunya.

Maka itulah kesibukan itu adalah sesuatu yang tidak nyata. Ia hanya sebentuk prioritas yang memenuhi kenyamanan benak kita belaka.

Diperlukan kesadaran untuk memahami dan mencintai peran – peran kehidupan kita yang sebenarnya, agar kita memiliki prioritas lebih untuk menjadikan sibuk pada tempatnya.

Begitu idealnya.(dhitos)

Saturday January 20, 2007 - 10:27pm (ICT) Permanent Link | 8 Comments
IDUL FITRI KITA, SUKA CITA KITA

Beberapa hari lagi Lebaran tiba,
ingin aku berbagi kata penyejuk Jiwa
Menyambut hari nan bahagia
Idul Fitri Kita, Suka Cita Kita.

Duh,.. suka cita nian,
dengan setetes air mata hati,
ada dalam cahaya Hari Raya ‘Idul Fitri.

‘Idul Fitri’
adalah berpulang pada fitrah yang suci.
Kembali ke makna hati yang hakiki,
Jernih,… ’bak’  batin seorang bayi.
Yang benar, terang benar,
Yang salah, salah benar dan,
sungguh jelas
apakah ilham,
apa pula hawa nafsu yang menyesatkan?

‘Idul Fitri
adalah kembali tuk berserah,
pada apa yang diilhamkanNYA pada hati manusia.

Di hari mulia ini besarkanlah Allah,,

Allahu Akbar,
dengan  mengecilkan ego dan,
kedirian kita yang serba lemah ini.
Pujilah Allah dengan sebenar pujian,

wa lillahil hamd,
karena sungguh hanya Ia lah yang patut dipuji.
Ia yang terlepas dari ruang dan waktu,
bahkan lebih dekat dari urat leher kita,

Allahu Qariib,
Sambil bebaskan diri pada ikatan nafsu,
yang menjadi sumber semua keburukan.
Dan sadari Rahmat - Nya Yang meliputi segala,

Allahu Rahman,
Sadarilah bahwa dalam langit - langit batin,
semua yang maujud, pancaran Rahmat-Nya lah yang ada.
Dan sadarilah ampunanNya mendahului kemurkaanNya,

Allahu Ghafuur,
Lapangkanlah hati kita dari lubuk yang paling dalam
untuk memaafkan pada seluruh handai-taulan, saudara maupun rekan.

Sehingga Maha Besarlah Allah,
dan mengalirlah Ampunan - Nya bagi kita semua,

dari-Nya,
melalui maaf-maaf,  hati-hati bani Adam yang serba lemah ini,
dan berubahlah hari-hari esok menjadi hari baru,
yang dimulai dengan karunia ampunan yang maha luas.
Pula, pancaran Karunia Rahmat – Nya,
dan, …
inayah maupun taufiq dari Allah semata.

Idul Fitri Kita, Suka Cita Kita,
Wahai hari nan bahagia, dengan sentuhan cita
hari nan ceria, dengan sapaan maaf
hari nan suci, dengan hati yang suci
dengan harap kembali suci, dengan ribuan maaf
Mohon maaf Lahir dan Batin,
mari pula bermaaf Lahir dan Batin
dari lubuk-lubuk batin,
mencapai kebersihan batin
Dan,….
Sungguh tangan ini tak kuasa berjabat
Setidaknya masih dapat berucap
Tulus hati memohon maaf
Atas segala dosa dan khilaf kata

Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1427 H
Taqabbalallaahu minnaa wa minkum Taqabbal Yaa Kariim
Minal Aidzin Wal Faidzien
Mohon Maaf Lahir & Bathin

Wassalam

Saturday October 21, 2006 - 08:56pm (ICT) Permanent Link | 5 Comments

Add DhitosKlip to your personalized My Yahoo! page:

Add to My Yahoo!RSS About My Yahoo! & RSS
1 - 5 of 57 First | < Prev | Next > | Last

HIGHLIGHTED POSTS