Yahoo! 360° News | Beta Feedback
Start your own Yahoo! 360° page

syifa < Y! ID: browniez_... >

Top Page  |  Blog  |  Friends  |  Lists

Add

syifa is not connected to you in Yahoo! 360°.

Last updated Sun Jan 07, 2007 Member since November 2006

cup..cup..cyuupa!!! start Ur day with smile..Chaiyo!!

1 - 5 of 6 First | < Prev | Next > | Last

syifa's Blog Full Post View | List View

All about my live n love.. hidup penuh cinta itu indah..yuups!!

Entry for December 28, 2006
Nama: Syifa Hamama
Nim: F1C004080
Tugas: Teknokom




Telekomunikasi
Mengirim Data di Pedesaan


FASILITAS komunikasi makin dibutuhkan sejalan dengan kemajuan zaman dalam era informasi dan komunikasi makin tidak mengenal batas geografi. Namun, kendala alam juga turut menghambat penyebaran fasilitas telekomunikasi karena dengan cara konvensional lewat penggelaran kabel, tidak semua wilayah dapat terjangkau, khususnya di kawasan pegunungan, dan juga bahkan di tengah hutan dan lautan.
Radio, yang diimplementasikan dalam radio seluler, juga tidak bisa menjangkau semua lekuk-lekuk Bumi atau hamparan laut. Harus ada prasarana yang disebut base transceiver station (BTS) yang merupakan pemancar-penerima yang melayani pengguna fasilitas di sekitarnya. Mustahil membangun BTS di te- ngah hutan yang hanya diguna- kan sesekali, selain karena jangkauan BTS teresterial tidak luas, paling jauh 15 kilometer dengan antena payung.
Dunia mulai mengenal sistem komunikasi satelit sejak tiga puluhan tahun lalu dan Indonesia memiliki Satelit Palapa mulai dari generasi A tahun 70-an. Dengan satelit, tak ada satu jengkal wilayah dalam arena liputannya (footprint) yang tidak terjangkau, baik di darat, laut, maupun hutan rimba.
Namun, satelit komunikasi Palapa hanya dapat digunakan untuk komunikasi point to point antara satelit dan stasiun- stasiun Bumi. Umumnya satelit komunikasi seperti Palapa hanya memiliki transponder- transponder dalam band terten- tu, misalnya C-band, Ku-band, extended C-band, atau S-band. Frekuensi yang dipancarkan transponder ini tidak bisa ditangkap antena biasa, harus menggunakan antena piringan (parabola) dan besar parabola tergantung pula pada besar-kecilnya frekuensi yang dipancarkan.

Antena parabola untuk Palapa, atau satelit-satelit komunikasi lain, semisal AsiaSat, PanamSat, umumnya besar dengan garis tengah di atas satu meter. Sementara antena untuk S-band umumnya lebih kecil, di bawah 90 senti, seperti halnya antena parabola untuk Indovision, meski untuk fasilitas sama yang disiapkan TelkomVision, digunakan antena parabola besar karena menggunakan sarana satelit Telkom-1.
Di dunia sudah ada proyek- proyek ambisi yang menghadirkan hubungan komunikasi jarak jauh dengan antena satelit. Sistem komunikasi satelit ini memanfaatkan cara seluler. Hanya saja, jika sel-sel teresterial dipasang di muka Bumi, sel-sel satelit seluler dipasang di satelitnya.
Proyek-proyek ambisius tadi banyak yang hancur, bahkan mati sebelum berkembang. Minat masyarakat pengguna ternyata sangat minim, yang bahkan untuk membiayai operasionalnya saja kurang, jangankan untuk kembali modal.
Satelit-satelit itu lalu dihancurkan di langit atau diceburkan ke tengah lautan karena makin lama beroperasi, makin berat biaya yang harus ditanggung. Ratusan satelit yang beredar di atas Bumi mengalami nasib yang sama dan Bumi pun sunyi senyap kembali.

Pemikiran berikut adalah membuat BTS-BTS tetap di langit, tetapi tidak dipasang di sa- telit, melainkan di balon-balon yang diapungkan pada ketinggian tertentu. Belum ada kelan- jutan dari ide ini, apalagi ada tentangan kalangan penerbang- an yang melihat kemungkinan diapungkannya balon akan mengganggu jalur penerbangan.
DI antara proyek ambisius yang menyediakan fasilitas telekomunikasi tanpa daerah kosong (blank spot), yang masih hidup adalah Asia Cellular Satellite (ACeS) milik PT PSN. Jika lainnya sudah bergelimpangan, ACeS dari PT Pasifik Satelit Nusantara masih berjaya walau untuk mendapat pelanggan tertatih-tatih.
Padahal, komoditas yang mereka tawarkan bisa menyelesaikan masalah kelangkaan fasili- tas telekomunikasi di mana pun di Indonesia. Bahkan, sampai ke mancanegara dari Papua Niugini sampai Banglades, Cina, Jepang, dan Australia utara.
Berbagai produk sudah dimanfaatkan masyarakat, misalnya Byru yang menggunakan handset Ericsson R190 khusus untuk satelit dan GSM. Dengan Byru ini, di mana pun berada, penggunanya bisa dijangkau, baik di tengah hutan lebat, di lautan yang jauh dari mana-mana, maupun di perkotaan. Ketika di perkotaan, Byru memanfaatkan jaringan seluler dan PSN bekerja sama antara lain dengan PT Satelindo.
Ponsel Byru tidak besar, hanya saja antena satelitnya seper- ti belalai yang bisa ditukar dengan antena kecil kalau ada di jaringan seluler GSM. Memang Ericsson R190 tidak sekecil So- ny Ericsson T100, tetapi jauh le- bih kecil dibandingkan dengan Nokia 9210 Communicator.

Untuk kepentingan komunikasi kelautan, masyarakat juga bisa memanfaatkan Byru Mari- ne yang dikemas khusus untuk dipasang di kapal. Semacam Byru Marine ini malah sering dimanfaatkan orang perkebunan atau pejabat daerah yang pu- nya wilayah luas untuk dipasang di mobilnya sehingga ia bi- sa dihubungi di mana pun kecuali di bawah gedung atau dalam terowongan.
Masyarakat pedesaan, baik di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, atau Papua, kini banyak yang memanfaatkan produk PSN yang lain, misalnya Pasti (Pasang Telepon Sendiri) yang kemudian dijadikan telepon umum. Dengan kemampuannya, Pasti telepon umum dikem- bangkan menjadi warnet, dioperasikan di tengah desa terpencil yang kadang kala hanya bisa dicapai lewat perahu atau berjalan kaki berhari-hari.
Menurut Rian Alisjahbana, Direktur Operasi dan Pemasaran PT PSN, Pasti yang selama ini hanya bisa untuk komunika- si suara kini sudah dapat digu- nakan untuk komunikasi data kecepatan rendah. Ini, katanya, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi di Tanah Air yang mulai membutuhkan pengiriman e-mail, file, dan akses Internet dari mana pun.
Memang sudah ada fasilitas komunikasi data, namun hanya untuk daerah tertentu di perkotaan, dan kalaupun ada, belum bisa memenuhi skala ekonomis jika diselenggarakan di daerah remote. Kemampuan mengirim data dari Pasti memang belum tinggi sehingga tidak bisa dibandingkan, misalnya, dengan GSM generasi 2,5 atau dengan CDMA.

Tahapan pertama Pasti generasi baru ini hanya mampu mentransmisikan data sampai 2,4 kbps, tetapi sudah bisa memenuhi kebutuhan untuk pengiriman e-mail dan akses Internet atau intranet. Tampaknya, Pasti dengan kemampuan pengiriman data ini akan sangat berguna jika dimanfaatkan oleh Komisi Pemilihan Umum.
Kata Product Manager Pasti Riko Rangkuti, untuk bisa mengakses fasilitas itu, perangkat Pasti yang baru membutuhkan kabel khusus dan driver modem sebagai aksesori. Pasti generasi baru dengan kemampuan transmisi data itu bisa dihubungkan dengan komputer (PC), notebook, atau personal digital assistance (PDA).
Sistem operasi yang mendukung perangkat Pasti generasi baru ini antara lain Microsoft Windows 98, Windows NT, Windows 2000, dan Windows CE. Proses komunikasi data tak beda dengan proses koneksi dial up pada umumnya, dan penggu- na dapat dial up ke internet ser- vice provider (ISP) atau ke remote access server (RAS) intranet. (HW)
Search :

Design By KCM
Copyright © 2002 Harian KOMPAS



Bapak, Ibu, Awas Dampak Media (TV)...!

Kekerasan, kriminalitas, dan perilaku antisosial kini makin populer karena media massa


Kakak ipar saya, yang tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Timur, bercerita dengan mimik cemas. Anaknya yang baru duduk di bangku Taman Kanak-Kanak suatu hari, tanpa ada angin dan hujan, melontarkan pertanyaan yang menyentak. “Bunda, kalau bunuh diri itu kan bisa dengan menyilet tangan, kan?” tanyanya dengan lugu sambil mempraktikkan caranya. Selidik punya selidik, si anak bercerita kalau teman-temannya di sekolah pun sering beraksi main “bunuh diri-bunuh dirian” dengan cara bergaya seolah menyilet nadi di tangan, kemudian ambruk ke tanah. Mereka mengaku sering melihat adegan itu di televisi.

Cerita itu tampaknya sejalan dengan ramainya kasus kanak-kanak dan remaja mengakhiri hidup dengan bunuh diri, atau setidaknya mencoba bunuh diri. Baru-baru ini seorang anak bunuh diri di Tangerang, karena diminta ibunya tidak melanjutkan sekolah akibat ketiadaan biaya. Dulu, ada Linda Utami, yang nekad gantung diri di kamar tidur rumahnya di Jalan Nipah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia baru berusia 15 tahun, duduk di kelas II SLTP. Penyebabnya, malu diejek temen-temennya karena tidak naik kelas. Atau, Nurdin bin Adas yang baru berumur 12 tahun. Warga Kampung Cikareo, Desa Salakuray, Garut, itu ditemukan tewas tergantung di plafon dapur rumah kakaknya. Konon, Nurdin tak kuat menahan kerinduan kepada almarhumah ibunya. Masih kurang? Ada Nazar Ali Julian, 13 tahun. Anak yang dikenal rajin dan tergolong pandai ini rajin ke masjid, shalat, dan puasa Senin-Kamis. Tetapi suatu ketika ia masuk ke dapur, mengambil pisau dan menusuk perutnya berulang kali hingga bersimbah darah. Ia kesepian karena orang tuanya bekerja di luar negeri.

Selain bunuh diri, muncul pula kasus perbuatan tak senonoh kepada lawan jenis oleh kanak-kanak dan remaja. Juga mencuri kecil-kecilan, minum-minuman keras, sikap agresif dan penuh kekerasan, hingga penggunaan narkoba dan pembunuhan. Kebanyakan dari mereka, ketika diusut dan ditanya asa-muasal ide melakukan kejahatan atau perbuatan asosial lainnya tersebut menjawab, karena sering menonton hal sama di televisi. Untuk orang dewasa, efeknya sudah lebih dahulu banyak diketahui. Banyak pelaku kejahatan, misalnya, mengaku mendapat ilham merampok dari tayangan televisi atau pemberitaan di majalah.

Memang, kejahatan dan kekerasan yang terjadi tidak melulu karena efek media. Ada banyak faktor lain yang berpengaruh, mulai dari tingkat pendidikan, pendapatan, kondisi geografis, dan sebagainya. Akan tetapi, media tetap punya andil yang tidak kecil.

Efek Media

i sekeliling masyarakat kini banyak bertaburan jenis media komunikasi yang dengan gampang menghujani setiap individu dengan berbagai ragam informasi, mulai dari televisi, radio, surat kabar, majalah, hingga internet, hingga peralatan komunikasinya seperti ponsel dan komputer. Langsung atau tidak, hal itu akan berpengaruh terhadap penggunanya.

Di kalangan praktisi komunikasi, hal itu dikenal populer sebagai efek dari media. Pakar komunikasi Yoseph Straubhaar dan Robert LaRose, misalnya, menjelaskan efek media sebagai perubahan dalam pengetahuan (kognisi), sikap, emosi, atau perilaku yang merupakan hasil dari terpaan (eksposure) media massa.

Untuk meneliti efek ini, banyak cara dan metode yang telah ditempuh oleh para pakar. Ada yang menggunakan model pemikiran deduktif, yakni prediksi tentang dampak media dari teori-teori tentang perilaku dan budaya manusia, kemudian secara empirik menguji prediksi ini lewat pengamatan yang sistematis. Sebaliknya, penelitian induktif melakukan observasi terlebih dulu, baru kemudian memunculkan teori.

Ada pula pendekatan administratif versus kritikal. Riset administratif menggunakan institusi media sebagai obyek dan mendokumentasikan penggunaan serta efek yang dihasilkan oleh media tersebut. Sementara riset kritikal mengkritisi institusi media itu dari perspektif cara melayani kelompok-kelompok sosial dominan dalam masyarakat. Di sisi lain, dikenal penelitian kuantitatif versus kualitatif. Metode kuantitatif menghitung penemuan yang ada dan menganalisis hubungan secara statistik antara variabel independen dan dependen. Adapun metode kualitatif dilakukan anara lain dengan mempelajari simbol-simbol dalam konten/isi media atau mengamati perilaku dalam setting alami.

Salah satu jenis penelitian adalah dengan analisis isi media. Ini merupakan deskripsi kuantitatif terhadap isi media dengan sampel sistematik isi media tersebut. Peneliti melakukan pendefinisian obyektif untuk mengklasifikasikan kata-kata dalam media, gambar, dan tema yang diangkat. Analisis isi ini menghasilkan profil detil media yang diteliti dan mengidentifikasi kecenderungan isinya dari waktu ke waktu. Yang terkenal, misalnya, analisis isi mengenai tayangan kekerasan di TV oleh Federman (1998), yang meneliti program 23 TV kabel di Amerika selama tiga musim penyiaran.

Selain contoh-contoh di atas, ada pula riset eksperimental yang melakukan studi tentang efek media dalam bentuk uji coba. Biasanya ini dilakukan dengan menguji suatu kelompok kecil dengan tampilan media dengan kandungan isi tertentu. Albert Bandura pada tahun 1965 meneliti anak usia prasekolah dengan mempertontonkan mereka adegan seorang aktor cilik yang agresif memukuli boneka model. Ia lalu melihat respon subyek penelitian. Hasilnya, setelah tayangan selesai dan kanak-kanak itu bermain dengan boneka yang sama, tindakan agresif serupa mereka perlihatkan dengan memukuli boneka tersebut

Dalam teorinya, dampak media dapat dilihat dari berbagai pendekatan. Yang paling terkenal adalah teori Jarum Suntik (hypothermic needle) yang juga disebut sebagai model peluru (bullet theory). Teori ini menyatakan bahwa pengaruh kuat media massa itu sama halnya seperti peluru atau jarum suntik yang diinjeksikan kepada audiens. Jika penonton menyaksikan tayangan aksi perampokan, di benaknya akan tertancap dengan dalam bentuk aksi tersebut. Contoh lain adalah iklan shampoo. Dengan berbagai eksploitasi keunggulan dan iming-iming, maka iklan ini akan melekat di benak penonton. Walhasil, ketika mereka belanja dan melihat produk tersebut, mereka langsung ingat keunggulan yang digembar-gemborkan, lalu membelinya.

Barangkali banyak di antara kita yang mengalami bagaimana anak-anak menjadi takut ke kamar mandi di waktu malam, atau menjerit histeris saat mati lampu. Dalam bayangan mereka, di dalam situasi seperti itu pastilah ada makhluk gaib yang akan mendatangi. Pemahaman ini muncul akibat tayangan yang mereka saksikan. Pandangan sang anak tentang suatu hal di dunia nyata mengadopsi apa yang disampaikan oleh televisi. Teori ini disebut dengan teori kultivasi.

Agenda Setting dan Katarsis

Suatu ketika, koran-koran, radio, dan televisi ramai-ramai meliput tentang perseteruan antara “Ratu Ngebor” Inul Daratista dengan “Raja Dangdut” Rhoma Irama. Begitu gencarnya, sehingga penonton atau pembaca punya kesimpulan dalam benaknya bahwa perseteruan itu benar-benar hal penting dan patut diketahui khalayak. Padahal, sesungguhnya, apa sih nilai berita tentang perseteruan seseorang yang mencari nafkah dengan menjual bokongnya? Tetapi karena semua media memuatnya, maka khalayak lama-kelamaan menganggap masalah ini memang pantas diangkat.

Contoh di atas adalah salah satu konsep yang disebut agenda setting. Dalam konsep ini, pemahaman audiens dalam menerima suatu berita berproses. Mereka menganggap suatu kabar menjadi penting karena cenderung mengikuti apa yang media massa liput dan anggap penting.

Berlawanan dengan beberapa teori di atas, ada Hipotesis Katarsis yang menyatakan bahwa tayangan dan berita seks serta kekerasan pada media sesungguhnya memiliki efek positif. Menurut hipotesis ini, berita tersebut memungkinkan orang merasa lebih rileks dan terhibur lewat perantaraan dunia fantasi. Misalnya, menurut teori ini, kalau anda suntuk tidak mendapat pekerjaan, atau uang di kantor cekak, lalu membaca berita syur di koran atau majalah, setidaknya anda akan lupa dengan problem yang tengah hinggap (hehehe, teori gile, tapi saya kutip supaya semua tahu, ada teori macam begini).

Perilaku Antisosial

Yang dimaksud dengan perilaku antisosial adalah perilaku yang berlawanan dengan norma-norma sosial yang berlaku. Media amat berperan menampilkan tayangan yang mengakibatkan adanya perubahan perilaku tersebut, antara lain. Salah satu yang paling dikhawatirkan adalah tayangan kekerasan. Efek kekerasan, khususnya dari tayangan televisi, menarik banyak minat peneliti, terutama efek pada anak-anak. Ini dikarenakan anak-anak sukar membedakan antara tayangan film dan kejadian sehari-hari di alam nyata.

Seorang kenalan di Bogor bercerita bagaimana ia kini mencegah anaknya menonton film kartun “Tom and Jerry”. Pasalnya, si anak sering melakukan tindakan berbahaya dengan berusaha melompat dari atas lemari atau meja ke lantai. Ia rupanya ingin meniru adegan Tom sang kucing yang jatuh terhempas lalu gepeng, kemudian kembali seperti sedia kala.

Ada pula perilaku prasangka, seksisme, rasialisme, dan segala bentuk intoleransi lainnya yang kerap dipromosikan media. Tayangan media kerap mendorong pen-stereotipe-an, terbentuknya generalisasi terhadap sekelompok orang tertentu akibatnya kurangnya informasi. Stereotipe ini bisa berbahaya jika mereka yang dipengaruhi akan terasionalisasi hingga bertindak tidak adil pada kelompok lain. Orang negro, misalnya, diidentikkan dengan pemalas dan suka bertindak kriminal. Orang Amerika Latin digambarkan senang berpakaian norak. Orang kulit putih biasanya cerdas dan kuat. Sementara di dalam negeri, orang Batak terlanjur diasosiasikan bersuara keras, tidak tahu sopan santun, dan berprofesi sebagai, maaf, tukang copet. Sementara Cina diidentikkan dengan manusia licik dan tukang mengeruk untung. Banyak contoh stereotipe lain, seperti penggambaran bahwa wanita itu lemah dan pasif, sementara pria itu kuat dan agresif.

Khusus media televisi, terdapat suatu hasil penelitian yang menarik antara menonton TV dengan prestasi di sekolah. Meski tidak terlalu kuat, diduga ada sedikit hubungan negatif antara keduanya. Remaja yang banyak menonton TV cenderung kurang berprestasi di sekolah dibandingkan rekannya yang sedikit menonton. Dari sebuah studi pada lebih dari 600 siswa kelas 6 hingga 9 di Amerika, diketahui bahwa pada penggemar berat TV memiliki skor tes kosa kata dan bahasa yang cenderung lebih rendah dibandingkan rekannya yang sedikit menonton.

Seks dan Media

Perilaku antisiosial lain yang juga mengancam khalayak adalah tentang masalah seksual. Seks dalam media menjadi isu hangat sejak tahun 1920-an, terutama di Amerika Serikat, setelah adanya skandal seks di Hollywood. Jika dulu Hollywood, yang menjadi pusat perfilman Amerika, ketat dalam sensor dan mencegah adanya perilaku seks, pada dekade terakhir ini tingkat tayangan pornografi melesat tinggi lewat majalah, TV, video, dan internet. Pada saat sama, norma-norma sosial perlahan mulai permisif dan mentoleransi hal-hal semacam itu. Penelitian menunjukkan, pria yang terekspose materi pornografi ternyata bersikap dan perilaku negatif terhadap wanita. Bukankah sudah kerap muncul berita bahwa seorang lelaki berbuat tidak senonoh pada perempuan karena alasan terangsang sehabis menonton film porno?

Tindakan penyalahgunaan obat-obatan juga menjadi masalah pelik saat ini. Ini terjadi lewat penayangan iklan atau program yang menyertakan obat-obatan, minuman keras, rokok, dan sebagainya. Barang semacam ini, meski beberapa dilarang tayang langsung dalam iklan, mempengaruhi pemirsa untuk konsumtif dan mencobanya.

Komputer, Antisosial

Dampak komputer sebagai media baru ini, juga internet, tak kalah seriusnya. Salah satunya adalah perilaku antisosial, misalnya yang ditimbulkan akibat permainan video game yang banyak berisi adegan kekerasan. Internet juga membawa materi pornografi yang dapat diakses bebas oleh setiap pengguna (pada kesempatan lain, saya akan postingkan tulisan khusus mengenai video game, menarik kok... hik hik hik, promosi ni yee).

Para ahli kini banyak meneliti gejala “computer anxiety”, yaitu dampak karena penggunaan komputer yang berlebihan, yang dikenal pula dengan nama cyberphobia dan computerphobia. Gejala ini berupa ketakutan akan computer karena berbagai efek buruk dari penggunaannya. Sebaliknya, ada pula yang kecanduan internet (internet addict), yakni orang penggila berat penggunaan internet. Ia menjadi tidak bisa lepas dari komputer, berulang kali mengecek e-mail, dan khawatir ditinggal teman-temannya di komunitas maya tersebut.. Malah di Amerika kini ada yang kecanduan akan judi online (online gambling addict).

Perilaku Prososial

Begitu pun, tidak berarti media komunikasi saat ini punya efek buruk 100 persen. Sesungguhnya, media tersebut juga menyediakan sarana agar penonton atau pembaca dapat dipengaruhi untuk berperilaku prososial, yakni perilaku yang memiliki nilai sosial dan dianjurkan, merupakan kebalikan dari antisosial.

Televisi dapat digunakan salah satunya sebagai wadah kampanye informasi yang memanfaatkan teknik kehumasan dan periklanan untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan perilaku prososial. Kampanye ini dapat menggunakan social marketing sebagai suatu pendekatan komunikasi yang terpadu. Misalnya, memperbanyak tayangan ceramah dan siraman rohani seperti acara Aa Gym, diharapkan bisa menarik perhatian pemirsa dan membuat mereka menikmati isinya. Ajakan hidup sehat di surat kabar dan anjuran menanam sejuta pohon dalam rangka Hari Lingkungan juga merupakan salah satu keuntungan yang diperoleh dari adanya media.

Media massa seperti TV juga dapat digunakan sebagai sarana pendidikan jarak jauh (distance education). Ini sudah banyak dilakukan di luar negeri. Tujuannya, tak lain untuk membuat pendidikan menjadi lebih dapat diakses oleh berbagai kalangan yang tak punya kesempatan belajar di sekolah atau tempat kursus. Di Indonesia, hal itu sudah dilakukan dalam skala tertentu, misalnya lewat program panduan masak-memasak di televisi. Atau, tips dan trik merawat komputer di lembar khusus surat kabar harian, dan lain-lain. Bahkan di internet, kini hadir apa yang disebut virtual university.

Bahkan iklan-iklan, yang disebut sebelumnya ‘meracuni’ pikiran penonton, masih punya sisi positif. Setidaknya, dengan banyaknya iklan, konsumen menjadi lebih peduli terhadap adanya produk-produk alternatif yang menciptakan persaingan bagi produk yang sudah ada, sehingga membuat harga terdorong turun.

Efek lainnya

Penggunaan TV ternyata dapat menurunkan keterlibatan masyarakat, karena orang lebih suka duduk di depan layar kaca daripada harus hadir di rapat kelurahan, misalnya. Masyarakat virtual di internet juga bisa menggantikan hubungan tatap muka yang selama ini terjadi, sehingga orang mulai malas berkunjung. “Toh bisa chatting di internet, atau kirim SMS,” kilah sebagian orang.

Internet dalam beberapa hal mengakibatkan depresi dan isolasi sosial bagi para penggilanya. Tetapi hal ini masih menjadi perdebatan hangat. Pasalnya, survei lain mengatakan bahwa internet ternyata tidak punya dampak siginifikan pada keterlibatan sosial nyata. Artinya, para netter tidak harus menjadi seseorang yang asosial, mengingat mereka tidak saja menciptakan teman di dunia cyber, tapi juga mengubah teman cyber-nya menjadi teman dalam dunia nyata.

Dari segi kesehatan dan lingkungan, penelitian menyebutkan pengaruh menonton TV terhadap kegemukan bagi anak. Juga, film kartun yang aneka warna menyala membuat sindrom pada penglihatan anak dan membuat mereka tak sadar serta tak terkontrol dalam sesaat. Demikian juga radiasi VLF (very low frequency) dari alat-alat elektronik bisa menimbulkan ancaman kesehatan. Radiasi telepon portabel/ponsel disebut-sebut dapat menimbulkan kanker otak, juga radiasi elektromagnetik sistem microwave dan satelit mempengaruhi kesehatan jaringan tubuh. Sementara penggunaan komputer yang sering dapat menimbulkan cedera dan stres. (ahmad husein)
http://duamata.blogspot.com/2005/02/bapak-ibu-awas-dampak-media-tv.html



KOMUNIKASI RADIO DAN KEADAAN DARURAT

PADA era informasi yang kita alami saat ini, bermacam sarana telekomunikasi berkembang sangat pesat dan dengan mudah kita dapatkan. Dari telepon kabel, seluler, hingga satelit berkembang dengan pesatnya sehingga kita dengan mudah bisa menikmatinya. Sementara itu, keadaan yang sebaliknya terjadi pada perkembangan komunikasi radio, yang seakan semakin terpinggirkan sehingga sedikit yang memanfaatkan sarana komunikasi yang pernah mempunyai peran penting pada era tahun 40-an ini. Khususnya komunikasi radio pada band HF (high frequency, 3-30 MHz) dan VHF-rendah (very high frequency, 30-50 MHz) semakin sedikit orang mengenal dan menggunakannya. Namun, sesungguhnya masih banyak kegunaan dari perangkat komunikasi marjinal tersebut.
Gelombang radio pada frekuensi 3-50 MHz dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer, suatu lapisan yang terbentuk dari ion dan elektron pada ketinggian sekitar 60 km sampai dengan 600 km di atas permukaan bumi. Dengan pemantulan oleh lapisan ionosfer ini, maka komunikasi radio pada band ini bisa mencapai jarak lebih dari 2.000 km tanpa perangkat pemancar ulang (repeater). Ini berbeda dengan komunikasi pada band VHF-tinggi (50-300 MHz) dan UHF (300-3.000 MHz). Untuk mencapai jarak yang jauh, maka komunikasi pada band ini memerlukan perangkat repeater, dan untuk band orde gigahertz (lebih dari 1.000 MHz) bisa memanfaatkan satelit sebagai "pemantul" dan "penguat" buatan. Dikarenakan komunikasi radio pada band HF dan VHF-rendah memanfaatkan lapisan ionosfer sebagai pemantul, propagasi gelombangnya akan sangat bergantung pada kondisi lapisan tersebut. Pada saat kondisi ionosfer baik dan frekuensi kerja yang digunakan sesuai dengan kondisi lapisan tersebut, maka peluang keberhasilan komunikasi juga besar sehingga komunikasi radio menjadi lebih optimal. Sebaliknya pada saat kondisi lapisan ionosfer burukdan pemilihan frekuensi kerja yang kurang tepat, maka peluang keberhasilan komunikasi menjadi rendah dan kemungkinan kegagalan juga akan sering terjadi. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan penggunaan komunikasi radio tersebut, diperlukan informasi prakiraan kondisi lapisan ionosfer yang terjadi pada saat berkomunikasi.
Sampai saat ini telah cukup banyak program prediksi propagasi gelombang radio HF dan VHF-rendah yang telah dibuat dan dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah dan bahkan ada yang gratis di-download melalui jaringan internet. Selanjutnya, perangkat radio komunikasi dapat diperoleh dengan harga dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Jika dilihat dari segi jangkauan komunikasi dan biaya operasionalnya, sebetulnya perangkat radio komunikasi relatif murah. Tanpa beban pulsa seperti penggunaan telepon pada umumnya, pembicaraan melalui komunikasi radio bisa menjangkau jarak yang cukup jauh, sebanding dengan telepon interlokal bahkan internasional. Hal seperti ini tentunya merupakan hal positif dan akan menghemat biaya operasional yang tidak sedikit. Bahkan, perkembangan teknologi modem yang terjadi saat ini memungkinkan pengiriman paket data (bukan suara) menggunakan perangkat radio komunikasi ini walaupun kecepatannya masih rendah.
BAGAIMANA dalam kondisi darurat? Dalam keadaan darurat seperti halnya di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada saat terjadi bencana alam gempa bumi dan tsunami saat ini, kita ketahui hampir seluruh infrastruktur di bumi "Serambi Mekkah" ini hancur, termasuk sarana telekomunikasi. Padahal, pada saat bersamaan diperlukan sarana komunikasi untuk melakukan koordinasi penanggulangan korban bencana. Memang telepon satelit banyak disebut-sebut dan digunakan untuk mendukung koordinasi penanganan bencana, namun penulis yakin aparat kepolisian dan TNI banyak terbantu oleh perangkat komunikasi radio yang dipunyai. Bahkan, penulis yakin, banyak pula rekan-rekan dari Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) yang dengan peralatan radionya berperan dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini. Barangkali inilah kondisi riil yang ada, komunikasi radio masih mempunyai peran yang cukup penting, namun semakin kurang diperhatikan dan semakin ditinggalkan.
Mengingat kondisi alam Nusantara dengan berbagai potensinya, termasuk potensi bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, dan gunung meletus, maka perlu dipertimbangkan sarana pendukung penanggulangan bencana yang lengkap. Baik sarana komunikasi modern dan canggih maupun perangkat komunikasi marjinal seperti radio. Di negara maju seperti Amerika Serikat sekali pun, komunikasi radio masih diperhatikan dan merupakan salah satu sarana komunikasi survival yang banyak digunakan oleh badan penanggulangan bencana. Di dunia pelayaran dan penerbangan, perangkat komunikasi ini masih merupakan keharusan untuk kapal maupun pesawat terbang. Kemudian wilayah negara Indonesia yang luas dengan medan yang berat juga menjadi salah satu penyebab lambatnya perkembangan pembangunan sarana dan prasarana telekomunikasi di negeri ini, yang jauh di bawah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, bahkan Vietnam. Bukan hanya perkembangannya yang lambat, tetapi juga pemerataan pembangunannya juga belum terjadi.
Di satu sisi perkembangan telekomunikasi di Pulau Jawa dan kota-kota besar di luar Jawa bisa dikatakan sangat pesat, namun masih banyak daerah-daerah terpencil dan terisolasi, dan tentu saja belum terjamah sama sekali oleh sarana telekomunikasi. DARI kegiatan sosialisasi yang dilakukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pada tahun 2004, terungkap informasi bahwa masih ada daerah terpencil di negeri ini yang masih mengandalkan komunikasi radio. Ini masih lumayan, masih ada daerah yang sama sekali belum memiliki alat komunikasi radio sekali pun, apalagi sarana telekomunikasi seperti telepon kabel atau seluler. Sungguh sangat berat membangun wilayah Nusantara yang demikian kondisinya. Dan, ini harus kita sadari sepenuhnya. Dari segi biaya, maka diperlukan modal dan investasi yang tidak kecil untuk membuka dan menghubungkan seluruh wilayah Nusantara ini melalui telekomunikasi. Belum lagi masalah sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang telekomunikasi dan informasi, yang masih sangat kurang dan masih terbatas kemampuannya. Jadi, wajarlah jika beberapa waktu lalu seorang menteri menyiratkan rasa pesimistis untuk menyongsong era masyarakat informasi tahun 2015 yang telah menjadi komitmen kita. Kondisi demikian sungguh memprihatinkan dan perlu dicari strategi dan kebijakan yang tepat untuk menanggulanginya.
Karena itu, sebagai penutup, penulis ingin menyampaikan tiga hal berkaitan dengan komunikasi radio. Pertama, untuk membuka isolasi daerah terpencil, maka pemerintah kabupaten atau kecamatan sebaiknya mengaktifkan kembali sarana komunikasi radio yang sudah ada atau mengadakannya bagi yang belum memiliki. Kedua, sebaiknya pemerintah kabupaten dan kecamatan "menempatkan" sarana komunikasi radio sebagai sarana komunikasi survival yang harus ada dan siap digunakan setiap saat diperlukan, seperti yang berlaku di TNI dan kepolisian. Ketiga, pemerintah kabupaten dan kecamatan sebaiknya meningkatkan kemampuan SDM-nya di bidang komunikasi dan informasi melalui jalinan kerja sama dengan lembaga penelitian maupun perguruan tinggi. Tentu saja semua itu tidak akan berjalan tanpa koordinasi, dukungan, dan peran serta pemerintah pusat dan kita semua. Semoga. Sumber: Kompas (4/2/05) Jiyo Harjosuwito-Peneliti Lapan-Bandung *rc

Humas
Tel. (021) 316 8200 Fax. (021) 390 4573
E-mail: humas@bppt.go.id Admin
Tel. (021) 316 8440, 316 8441, 316 8438, 316 8432
E-mail: pdis@webmail.bppt.go.id
http://www.bppt.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1511&Itemid=30

Nomor 36, Tahun VII, April 2001




Sunday January 7, 2007 - 08:43pm (ICT) Permanent Link | 0 Comments
Entry for December 28, 2006
Nama: Syifa Hamama
Nim: F1C004080
Tugas: Teknokom



Peran Teknologi Komunikasi dan Informasi
dalam Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Secara Online di Indonesia

Pendahuluan
Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh.
Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.
Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di Indonesia yakni bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya.
Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik.
Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet.Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge).
. Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi yang diminatinya.

Sistem Pendidikan Jarak Jauh
Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan jarak jauh, namun program pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional mahasiswa, dari pada teknologinya sendiri. Perlu juga untuk dipertimbangkan; umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan, dan terbiasa dengan metoda pendidikan jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri dosen, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interkasi dengan mahasiswa.
Pada pembangunan sistem perlu diperhatikan tentang disain dan pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif. Disain dan pengembangan sistem.
Proses pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak jauh, terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam mendesain instruksi pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik dosen dan mahasiswa, tetapi juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari instruktur, spesialis pembuat isi, dan mahasiswa selama dalam proses berjalan.
Interactivity. Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dan lingkungan pendidikan, dan antara mahasiswa.
Active learning. Partisipasi aktif peserta pendidikan jarak jauh mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
Visual imagery. Pembelajaran lewat televisi dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penseleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta, dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi berkualitas.
Komunikasi yang efektif. Desain instruksional dimulai dengan mengerti harapan pemakai, dan mengenal mereka sebagai individual yang mempunyai pandangan berbeda dengan perancang sistem. Dengan memahami keingingan pemakai maka dapat dibangun suatu komunikasi yang efektif.
Audio Conferencing
Group Conferencing

Pendidikan Jarak Jauh Secara Online
Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Dalam sejarah perkembangan pendidikan, teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi, dan CD. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan baik bergelar maupun tidak bergelar pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
Faktor utama dalam Pendidikan jarak jauh secara online yang dikenal sebagai distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara diatas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administratif juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.
Pendidikan jarak jauh secara online mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan jarak jauh yang lain (yang sebenarnya juga sudah sarat teknologi), yaitu pendidikan jarak jauh dengan satelit serta teknologi televisi. Pada kedua teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas-fasilitas pendidikannya; sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan online lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan komputer sendiri.
Dari Sudut Pandang Dosen
Dari sudut pandang dosen, solusi pendidikan online ini harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
• Mudah digunakan
• Memungkinkan pembuatan bahan kuliah online dan kelas online dengan cepat dan mudah
• Hanya memerlukan pelatihan minimal
• Memungkinkan pengajaran dengan cara mereka sendiri
• Memungkinkan mereka mengendalikan lingkungan pengajaran

Dari Sudut Pandang Mahasiswa
Dari sudut mahasiswa yang dicari adalah
• Fleksibilitas dalam mengambil mata kuliah
• Bahan kuliah yang lebih kaya dibandingkan yang didapat di kelas
• Berjalan di komputer yang sudah mereka miliki
• Menyertakan kolaborasi antarmahasiswa seperti cara tradisional
• Mencakup konsultasi dengan dosen, diskusi kelas, teman belajar, dan proyek-proyek bersama.

Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Web Secara Online
Bila kembali ke konsep dasar pada suatu sistem pendidikan tradisional yang dilakukan saat ini, para mahasiswa dan dosen bertemu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Sistem pendidikan tradisional ini kelak akan bergeser kepada pendidikan jarak jauh dengan dilandasi bahwa agak sulit untuk mengumpulkan peserta kursus, training atau pendidikan pada satu waktu dan tempat tertentu sedangkan peserta tersebar di wilayah yang berbeda-beda dan pada dasarnya materi-materi yang seharusnya disampaikan di kelas, dapat diberikan tanpa kehadiran para mahasiswa dan dosen secara langsung di kelas.
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini, khususnya perkembangan teknologi internet turut mendorong berkembangnya konsep pembelajaran jarak jauh ini. Ciri teknologi internet yang selalu dapat diakses kapan saja, dimana saja, multiuser serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media yang sangat tepat bagi perkembangan pendidikan jarak jauh selanjutnya.

Penggunaan teknologi informasi dalam menunjang suatu sistem pendidikan jarak jauh harus diperhatikan dari bentuk pendidikan yang diberikan. Suatu kursus bahasa Inggris salah satunya, pada akhir perkuliahan mahasiswa dituntut untuk mempunyai reading dan listening skill yang baik, untuk itu medianya dapat berupa sound, gambar dan bentuk multimedia lainnya yang dapat di kirimkan melalui internet.
Bila dibatasi pada web based distance learning maka pengguna, dalam hal ini dosen dan mahasiswa memerlukan fasilitas internet untuk tetap menjaga konektivitas dengan pendidikan jarak jauh tersebut. Kemampuan mahasiswa untuk tetap menjaga konektivitas menentukan bagi kesinambungan suatu sistem pendidikan jarak jauh. Apabila kita umpamakan suatu pendidikan jarak jauh berbasis web sebagai suatu community maka di dalamnya harus dapat memfasilitasi bertemunya atau berinteraksinya mahasiswa dan dosen. Agak sulit memang untuk memindahkan apa yang biasa dilakukan oleh dosen di depan kelas kepada suatu bentuk web yang harus melibatkan interaksi berbagai komponen di dalamnya. Adanya sistem ini membuat mentalitas dosen dan mahasiswa harus berubah, perbedaan karakteristik dosen dalam mengajar tidak tampak dalam metode ini. Seperti layaknya sebuah perguruan tinggi, metode ini juga harus mampu memberikan informasi perkuliahan kepada mahasiswa. Informasi itu harus selalu dapat diakses oleh siswa dan dosen serta selalu diperbaharui setiap waktu. Informasi yang sering dibutuhkan itu berupa silabus kuliah, jadwal kuliah, pengumuman, siapa saja peserta kuliah, materi kuliah dan penilaian atas prestasi siswa.

Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut :
1. Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.
2. Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.
3. Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya
4. Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quiz singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning
5. Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.
6. Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.
Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material.

Pendidikan Secara Online di luar negeri
Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra disebanyak 80 negara di seluruh dunia (sampai dengan Juni 2000, pusat yang beroperasi baru 15 negara, dan 5 diantaranya di Asia tetapi belum di Indonesia). Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah
Hampir separuh dari sekitar 3.900 lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat menyelenggarakan sejenis pendidikan jarakjauh (distance education / distance learning ). Pendidikan jarak jauh bukanlah hal baru. Pada awalnya dimulai dengan kursus tertulis dan dalam bentuk pendidikan tinggi formal berbentuk Universitas Terbuka (Open University). Pada awal terselenggaranya, pendidikan jarak jauh oleh masyarakat dianggap sebagai jenis pendidikan alternatif atau pendidikan kelas dua. Kalah bergengsi dengan pendidikan konvensional yangmengharuskan kehadiran mahasiswa.
Selama tiga tahun terakhir ini lebih dari 80% pendidikan jarak jauh diselenggarakan secara online melalui Internet. Besarnya investasi serta kepiawaian teknologi dalam meramu pendidikan ini, serta apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap teknologi, membuat pendidikan jarak jauh secara online tidak kalah atau bahkan lebih bergengsi dibandingkan pendidikan konvensional. Kini bahkan untuk pendidikan konvensional pun universitas-universitas menyelenggarakan pendidikan online.

Prospek Pendidikan Secara Online di Indonesia
Karena pembatasan struktur budaya dan regulasi yang ada di Indonesia, maka pendidikan jarak jauh masih belum berkembang dengan pesat, namun tidak mustahil bahwa Indonesia harus mengikuti kecenderungan yang terjadi secara global ini.
Di Indonesia, prospek pendidikan jarak jauh dengan sarana internet juga telah menjadi perhatian dari beberapa kalangan, baik dari dunia pendidikan maupun dunia teknologi informasi.
Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 75 universitas negeri dan 1200 universitas dan perguruan tinggi swasta di Indonesia, dengan total kurang lebih bisa mencapai 5 juta mahasiswa yang merupakan potensi pengguna internet.
Sedangkan di Universitas Brawijaya sendiri program distance learning tersebut sudah terlaksana sejak Maret 2002 yang merupakan sebuah proyek kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan SOI - ASIA ( School Of Internet ) salah satu kerja proyek WIDE (Sebuah Organisasi Distance Learning Internasional )
http://workshopteub.brawijaya.ac.id/artikel/peran.html


Sunday January 7, 2007 - 08:33pm (ICT) Permanent Link | 0 Comments
Entry for December 28, 2006
Nama: Syifa Hamama
Nim: F1C004080
Tugas: Teknokom



Peran Teknologi Komunikasi dan Informasi
dalam Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Secara Online di Indonesia

Pendahuluan
Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh.
Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.
Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di Indonesia yakni bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya.
Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik.
Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet.Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge).
. Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi yang diminatinya.

Sistem Pendidikan Jarak Jauh
Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan jarak jauh, namun program pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional mahasiswa, dari pada teknologinya sendiri. Perlu juga untuk dipertimbangkan; umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan, dan terbiasa dengan metoda pendidikan jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri dosen, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interkasi dengan mahasiswa.
Pada pembangunan sistem perlu diperhatikan tentang disain dan pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif. Disain dan pengembangan sistem.
Proses pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak jauh, terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam mendesain instruksi pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik dosen dan mahasiswa, tetapi juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari instruktur, spesialis pembuat isi, dan mahasiswa selama dalam proses berjalan.
Interactivity. Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dan lingkungan pendidikan, dan antara mahasiswa.
Active learning. Partisipasi aktif peserta pendidikan jarak jauh mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
Visual imagery. Pembelajaran lewat televisi dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penseleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta, dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi berkualitas.
Komunikasi yang efektif. Desain instruksional dimulai dengan mengerti harapan pemakai, dan mengenal mereka sebagai individual yang mempunyai pandangan berbeda dengan perancang sistem. Dengan memahami keingingan pemakai maka dapat dibangun suatu komunikasi yang efektif.
Audio Conferencing
Group Conferencing

Pendidikan Jarak Jauh Secara Online
Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Dalam sejarah perkembangan pendidikan, teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi, dan CD. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan baik bergelar maupun tidak bergelar pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
Faktor utama dalam Pendidikan jarak jauh secara online yang dikenal sebagai distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara diatas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administratif juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.
Pendidikan jarak jauh secara online mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan jarak jauh yang lain (yang sebenarnya juga sudah sarat teknologi), yaitu pendidikan jarak jauh dengan satelit serta teknologi televisi. Pada kedua teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas-fasilitas pendidikannya; sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan online lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan komputer sendiri.
Dari Sudut Pandang Dosen
Dari sudut pandang dosen, solusi pendidikan online ini harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
• Mudah digunakan
• Memungkinkan pembuatan bahan kuliah online dan kelas online dengan cepat dan mudah
• Hanya memerlukan pelatihan minimal
• Memungkinkan pengajaran dengan cara mereka sendiri
• Memungkinkan mereka mengendalikan lingkungan pengajaran

Dari Sudut Pandang Mahasiswa
Dari sudut mahasiswa yang dicari adalah
• Fleksibilitas dalam mengambil mata kuliah
• Bahan kuliah yang lebih kaya dibandingkan yang didapat di kelas
• Berjalan di komputer yang sudah mereka miliki
• Menyertakan kolaborasi antarmahasiswa seperti cara tradisional
• Mencakup konsultasi dengan dosen, diskusi kelas, teman belajar, dan proyek-proyek bersama.

Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Web Secara Online
Bila kembali ke konsep dasar pada suatu sistem pendidikan tradisional yang dilakukan saat ini, para mahasiswa dan dosen bertemu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Sistem pendidikan tradisional ini kelak akan bergeser kepada pendidikan jarak jauh dengan dilandasi bahwa agak sulit untuk mengumpulkan peserta kursus, training atau pendidikan pada satu waktu dan tempat tertentu sedangkan peserta tersebar di wilayah yang berbeda-beda dan pada dasarnya materi-materi yang seharusnya disampaikan di kelas, dapat diberikan tanpa kehadiran para mahasiswa dan dosen secara langsung di kelas.
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini, khususnya perkembangan teknologi internet turut mendorong berkembangnya konsep pembelajaran jarak jauh ini. Ciri teknologi internet yang selalu dapat diakses kapan saja, dimana saja, multiuser serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media yang sangat tepat bagi perkembangan pendidikan jarak jauh selanjutnya.

Penggunaan teknologi informasi dalam menunjang suatu sistem pendidikan jarak jauh harus diperhatikan dari bentuk pendidikan yang diberikan. Suatu kursus bahasa Inggris salah satunya, pada akhir perkuliahan mahasiswa dituntut untuk mempunyai reading dan listening skill yang baik, untuk itu medianya dapat berupa sound, gambar dan bentuk multimedia lainnya yang dapat di kirimkan melalui internet.
Bila dibatasi pada web based distance learning maka pengguna, dalam hal ini dosen dan mahasiswa memerlukan fasilitas internet untuk tetap menjaga konektivitas dengan pendidikan jarak jauh tersebut. Kemampuan mahasiswa untuk tetap menjaga konektivitas menentukan bagi kesinambungan suatu sistem pendidikan jarak jauh. Apabila kita umpamakan suatu pendidikan jarak jauh berbasis web sebagai suatu community maka di dalamnya harus dapat memfasilitasi bertemunya atau berinteraksinya mahasiswa dan dosen. Agak sulit memang untuk memindahkan apa yang biasa dilakukan oleh dosen di depan kelas kepada suatu bentuk web yang harus melibatkan interaksi berbagai komponen di dalamnya. Adanya sistem ini membuat mentalitas dosen dan mahasiswa harus berubah, perbedaan karakteristik dosen dalam mengajar tidak tampak dalam metode ini. Seperti layaknya sebuah perguruan tinggi, metode ini juga harus mampu memberikan informasi perkuliahan kepada mahasiswa. Informasi itu harus selalu dapat diakses oleh siswa dan dosen serta selalu diperbaharui setiap waktu. Informasi yang sering dibutuhkan itu berupa silabus kuliah, jadwal kuliah, pengumuman, siapa saja peserta kuliah, materi kuliah dan penilaian atas prestasi siswa.

Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut :
1. Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.
2. Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.
3. Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya
4. Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quiz singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning
5. Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.
6. Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.
Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material.

Pendidikan Secara Online di luar negeri
Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra disebanyak 80 negara di seluruh dunia (sampai dengan Juni 2000, pusat yang beroperasi baru 15 negara, dan 5 diantaranya di Asia tetapi belum di Indonesia). Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah
Hampir separuh dari sekitar 3.900 lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat menyelenggarakan sejenis pendidikan jarakjauh (distance education / distance learning ). Pendidikan jarak jauh bukanlah hal baru. Pada awalnya dimulai dengan kursus tertulis dan dalam bentuk pendidikan tinggi formal berbentuk Universitas Terbuka (Open University). Pada awal terselenggaranya, pendidikan jarak jauh oleh masyarakat dianggap sebagai jenis pendidikan alternatif atau pendidikan kelas dua. Kalah bergengsi dengan pendidikan konvensional yangmengharuskan kehadiran mahasiswa.
Selama tiga tahun terakhir ini lebih dari 80% pendidikan jarak jauh diselenggarakan secara online melalui Internet. Besarnya investasi serta kepiawaian teknologi dalam meramu pendidikan ini, serta apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap teknologi, membuat pendidikan jarak jauh secara online tidak kalah atau bahkan lebih bergengsi dibandingkan pendidikan konvensional. Kini bahkan untuk pendidikan konvensional pun universitas-universitas menyelenggarakan pendidikan online.

Prospek Pendidikan Secara Online di Indonesia
Karena pembatasan struktur budaya dan regulasi yang ada di Indonesia, maka pendidikan jarak jauh masih belum berkembang dengan pesat, namun tidak mustahil bahwa Indonesia harus mengikuti kecenderungan yang terjadi secara global ini.
Di Indonesia, prospek pendidikan jarak jauh dengan sarana internet juga telah menjadi perhatian dari beberapa kalangan, baik dari dunia pendidikan maupun dunia teknologi informasi.
Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 75 universitas negeri dan 1200 universitas dan perguruan tinggi swasta di Indonesia, dengan total kurang lebih bisa mencapai 5 juta mahasiswa yang merupakan potensi pengguna internet.
Sedangkan di Universitas Brawijaya sendiri program distance learning tersebut sudah terlaksana sejak Maret 2002 yang merupakan sebuah proyek kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan SOI - ASIA ( School Of Internet ) salah satu kerja proyek WIDE (Sebuah Organisasi Distance Learning Internasional )
http://workshopteub.brawijaya.ac.id/artikel/peran.html


Sunday January 7, 2007 - 08:33pm (ICT) Permanent Link | 0 Comments
Entry for December 28, 2006
Nama: Syifa Hamama
Nim: F1C004080
Tugas: Teknokom

Artikel Internet:

BLUETOOTH :
Teknologi Komunikasi Wireless untuk Layanan Multimedia dengan Jangkauan Terbatas



Pendahuluan
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.

Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya untuk menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam. Untuk memberi gambaran yang lebih jelas mengenai teknologi bluetooth yang relatif baru ini kepada pembaca, berikut diuraikan tentang sejarah munculnya bluetooth dan perkembangannya, teknologi yang digunakan pada sistem bluetooth dan aspek layanan yang mampu disediakan, serta sedikit uraian tentang perbandingan metode modulasi spread spectrum FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum) yang digunakan oleh bluetooth dibandingkan dengan metode spread spectrum DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum).
Latar Belakang Bluetooth
Pada bulan Mei 1998, 5 perusahaan promotor yaitu Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) dan memulai untuk membuat spesifikasi yang mereka namai ‘bluetooth’. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang antara lain di bidang semiconductor manufacture, PC manufacture, mobile network carrier, perusahaan-perusahaan automobile dan air lines bergambung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Perusahaan-perusahaan terkemuka tersebut antara lain seperti Compaq, Xircom, Phillips, Texas instruments, Sony, BMW, Puma, NEC, Casio, Boeing, dsb.

Walaupun standar Bluetooth SIG saat ini ‘dimiliki’ oleh grup promotor tetapi ia diharapkan akan menjadi sebuah standar IEEE (802.15).
Aplikasi dan Layanan
Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Bluetooth dapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara sinkron simultan atau sebuah kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suara sinkron. Setiap kanal suara mendukung sebuah kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal asinkron dapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, dimana untuk arah sebaliknya dapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan untuk mode simetris dapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s.

Sebuah perangkat yang memiliki teknologi wireless bluetooth akan mempunyai kemampuan untuk melakukan pertukaran informasi dengan jarak jangkauan sampai dengan 10 meter (~30 feet). Sistem bluetooth menyediakan layanan komunikasi point to point maupun komunikasi point to multipoint.Produk bluetooth dapat berupa PC card atau USB adapter yang dimasukkan ke dalam perangkat. Perangkat-perangkat yang dapat diintegerasikan dengan teknologi bluetooth antara lain : mobile PC, mobile phone, PDA (Personal Digital Assistant), headset, kamera, printer, router dan sebagainya. Aplikasi-aplikasi yang dapat disediakan oleh layanan bluetooth ini antara lain : PC to PC file transfer, PC to PC file synch ( notebook to desktop), PC to mobile phone, PC to PDA, wireless headset, LAN connection via ethernet access point dan sebagainya.
.
Diskripi Umum Sistem Bluetooth
Sistem bluetooth terdiri dari sebuah radio transceiver, baseband link controller dan sebuah link manager. Baseband link controller menghubungkan perangkat keras radio ke base band processing dan layer protokol fisik. Link manager melakukan aktivitas-aktivitas protokol tingkat tinggi seperti melakukan link setup, autentikasi dan konfigurasi. Secara umum blok fungsional pada sistem bluetooth dapat dilihat pada Gambar 3.
Karakteristik Radio
Berikut beberapa karaketristik radio bluetooth sesuai dengan dokumen Bluetooth SIG yang dirangkum dalam Tabel 1.
Parameter Spesifikasi
Transmitter :
Frekuensi ISM band, 2400 - 2483.5 MHz (mayoritas), untuk beberapa negara mempunyai batasan frekuensi sendiri (lihat tabel 2), spasi kanal 1 MHz.
Maximum Output Power Power class 1 : 100 mW (20 dBm)Power class 2 : 2.5 mW (4 dBm)Power class 3 : 1 mW (0 dBm)
Modulasi GFSK (Gaussian Frequency Shift Keying), Bandwidth Time : 0,5; Modulation Index : 0.28 sampai dengan 0.35.
Out of band Spurious Emission 30 MHz - 1 GHz : -36 dBm (operation mode), -57 dBm (idle mode)1 GHz – 12.75 GHz: -30 dBm (operation mode), -47 dBm (idle mode)1.8 GHz – 1.9 GHz: -47 dBm (operation mode), -47 dBm (idle mode)5.15 GHz –5.3 GHz: -47 dBm (operation mode), -47 dBm (idle mode)
Receiver :
Actual Sensitivity Level -70 dBm pada BER 0,1%.
Spurious Emission 30 MHz - 1 GHz : -57 dBm1 GHz – 12.75 GHz : -47 dBm
Max. usable level -20 dBm, BER : 0,1%

Pita Frekuensi dan Kanal RF
Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz ISM, walaupun secara global alokasi frekuensi bluetooth telah tersedia, namun untuk berbagai negara pengalokasian frekuensi secara tepat dan lebar pita frekuensi yang digunakan berbeda. Batas frekuensi serta kanal RF yang digunakan oleh beberapa negara dapat dilihat pada Tabel 2.
Negara Range Frekuensi Kanal RF
Eropa *) dan USA 2400 – 2483,5 MHz f = 2402 + k MHz k = 0,…,78
Jepang 2471 – 2497 MHz f = 2473 + k MHz k = 0,…,22
Spanyol 2445 – 2475 MHz f = 2449 + k MHz k = 0,…,22
Perancis 2446,5 – 2483,5 MHz f = 2454 + k MHz k = 0,…,22

*) Kecuali Spanyol dan Perancis
Time Slot
Kanal dibagi dalam time slot-time slot, masing-masing mempunyai panjang 625 ms. Time slot-time slot tersebut dinomori sesuai dengan clock bluetooth dari master piconet. Batas penomoran slot dari 0 sampai dengan 227-1 dengan panjang siklus 227. Di dalam time slot, master dan slave dapat mentransmisikan paket-paket dengan menggunakan skema TDD (Time-Division Duplex), lihat gambar 4. Master hanya memulai melakukan pentransmisiannya pada nomor time slot genap saja sedangkan slave hanya memulai melakukan pentransmisiannya pada nomor time slot ganjil saja.
Protokol Bluetooth
Protokol-protokol bluetooth dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan aplikasi-aplikasi dengan menggunakan teknologi bluetooth. Layer-layer bawah pada stack protokol bluetooth dirancang untuk menyediakan suatu dasar yang fleksibel untuk pengembangan protokol yang lebih lanjut. Protokol-protokol yang lain seperti RFCOMM diambil dari protokol-protokol yang sudah ada dan protokol ini hanya dimodifikasi sedikit untuk disesuaikan dengan kepentingan bluetooth. Pada protokol-protokol layer atas digunakan tanpa melakukan modifikasi. Dengan demikian, aplikasi-aplikasi yang sudah ada dapat digunakan dengan teknologi bluetooth sehingga interoperability akan lebih terjamin.
Stack protokol bluetooth dapat dibagi ke dalam empat layer sesuai dengan tujuannya. Berikut protokol-protokol dalam layer-layer di dalam stack protokol bluetooth yang tertera pada Tabel 3 dan Gambar 5.
Tabel 3. Protokol-protokol dan layer-layer di stack protokol bluetooth (sumber : Bluetooth SIG) Protocol Layer Protocols in the stack
Bluetooth Core Protocols Baseband, LMP, L2CAP, SDP
Cable Replacement Protocol RFCOMM
Telephony Control Protocols TCS Binary, AT-commands
Adopted Protocols PPP, UDP/TCP/IP, OBEX, WAP, vCard, vCal, IrMC, WAE


Keterangan yang lebih jelas mengenai protokol bluetooth tidak akan diuraikan pada tulisan ini.
Pengukuran Bluetooth
Pada dasarnya ada tiga aspek penting didalam melakukan pengukuran bluetooth yaitu pengukuran RF (Radio Frequency), protokol dan profile. Pengukuran radio dilakukan untuk menyediakan compatibility perangkat radio yang digunakan di dalam sistem dan untuk menentukan kualitas sistem. Pengukuran radio dapat menggunakan perangkat alat ukur RF standar seperti spectrum analyzer, transmitter analyzer, power meter, digital signal generator dan bit-error-rate tester (BERT). Hasil pengukuran harus sesuai dengan spesifikasi yang telah di ditetapkan diantaranya harus memenuhi parameter-parameter yang tercantum pada Tabel 1.

Dari informasi Test & Measurement World, untuk pengukuran protokol, dapat menggunakan protocol sniffer yang dapat memonitor dan menampilkan pergerakan data antar perangkat bluetooth. Selain itu dapat menggunakan perangkat Ericsson Bluetooth Development Kit (EBDK). Ericsson akan segera merelease sebuah versi EBDK yang dikenal sebagai Blue Unit.

Pengukuran profile dilakukan untuk meyakinkan interoperability antar perangkat dari berbagai macam vendor. Struktur profile bluetooth sesuai dengan dokumen SIG dapat dilihat pada Gambar 6.

Contoh :
LAN access profile menentukan bagaimana perangkat bluetooth mampu mengakses layanan-layanan pada sebuah LAN menggunakan Point to Point Protocol (PPP). Selain itu profile ini menunjukkan bagaimana mekanisme PPP yang sama digunakan untuk membentuk sebuah jaringan yang terdiri dari dua buah perangkat bluetooth.
Fax profile menentukan persyaratan-persyaratan perangkat bluetooth yang harus dipenuhi untuk dapat mendukung layanan fax. Hal ini memungkinkan sebuah bluetooth cellular phone (modem) dapat digunakan oleh sebuah komputer sebagai sebuah wireless fax modem untuk mengirim atau menerima sebuah pesan fax. Selain ketiga aspek di atas yaitu radio, protokol, profile maka sebenarnya ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya untuk perlu dilakukan pengukuran yaitu pengukuran Electromagnetic Compatibility (EMC) dimana dapat mengacu pada standar Eropa yaitu ETS 300 8 26 atau standar Amerika FCC Part 15.
Fungsi Security
Bluetooth dirancang untuk memiliki fitur-fitur keamanan sehingga dapat digunakan secara aman baik dalam lingkungan bisnis maupun rumah tangga. Fitur-fitur yang disediakan bluetooth antara lain sebagai berikut:
Enkripsi data.
Autentikasi user
Fast frekuensi-hopping (1600 hops/sec)
Output power control
Fitur-fitur tersebut menyediakan fungsi-fungsi keamanan dari tingkat keamanan layer fisik/ radio yaitu gangguan dari penyadapan sampai dengan tingkat keamanan layer yang lebih tinggi seperti password dan PIN.
Bluetooth FHSS vs WLAN DSSS
Sebenarnya mengapa bluetooth lebih memilih metode FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum) dibandingkan dengan DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum). Alasan yang membuat mengapa bluetooth tidak menggunakan DSSS antara lain sebagai berikut :

1. FHSS membutuhkan konsumsi daya dan kompleksitas yang lebih rendah dibandingkan DSSS hal ini disebabkan karena DSSS menggunakan kecepatan chip (chip rate) dibandingkan dengan kecepatan simbol (symbol rate) yang digunakan oleh FHSS, sehingga cost yang dibutuhkan untuk menggunakan DSSS akan lebih tinggi.

2. FHSS menggunakan FSK dimana ketahanan terhadap gangguan noise relatif lebih bagus dibandingkan dengan DSSS yang biasanya menggunakan QPSK ( untuk IEEE 802.11 2 Mbps) atau CCK ( IEEE 802.11b 11 Mbps).

Walaupun FHSS mempunyai jarak jangkauan dan transfer data yang lebih rendah dibandingkan dengan DSSS tetapi untuk layanan dibawah 2 Mbps FHSS dapat memberikan solusi cost-efektif yang lebih baik.
Penutup
Dari beberapa penjelasan di atas, terlihat bahwa bluetooth mampu menawarkan solusi yang cukup efektif dan efisien di dalam memberikan layanan kepada user untuk melakukan transfer data dengan kecepatan kurang dari 1 Mbit/s dan jangkauan yang relatif pendek. Teknologi bluetooth masih memungkinkan untuk terus berkembang menuju kematangan baik dari sisi standarisasi maupun aplikasi yang dapat diterapkan. Dengan pertimbangan bahwasannya bluetooth mampu menyediakan berbagai macam aplikasi dan layanan dan dengan biaya yang relatif murah, mudah dalam pengoperasian, interoperability yang menjanjikan serta didukung oleh berbagai vendor besar di bidang telekomunikasi maupun komputer, dan lebih dari 1800 perusahaan telah bergabung sebagai adopter teknologi ini, maka tidak mustahil teknologi bluetooth suatu saat akan menjadi salah satu primadona untuk digunakan baik untuk keperluan rumah tangga atau perkantoran/bisnis.

Dengan sedikit tulisan ini diharapkan dapat memberikan gambaran baru tentang tekonologi bluetooth kepada pembaca dan dapat memberi atau menambah wawasan yang baru terhadap perkembangan komunikasi wireless.
Daftar Pustaka
Bluetooth Special Interest Group, Baseband Specification.
Bluetooth Special Interest Group, Radio Specification.
Bluetooth Special Interest Group, Bluetooth Protocol Arsitechture.
Bluetooth Special Interest Group, Bluetooth Security Arsitechture.
Angus Robinson, Anritsu, Stevenage, UK, On Your Marks for Testing Bluetooth, Test & Measurement Worls, September 2000
ETS 300 328, Radio Equipment and Systems (RES); Wideband transmission systems; Technical characteristics and test conditions for data transmission equipment operating in the 2,4 GHz band and using spread spectrum modulation techniques.
ETS 300 826, Electromagnetic compatibility and radio spectrum matters (ERM); ElectroMagnetic Compatibility (EMC) standard for 2,4 GHz wideband transmission systems and High Performance Radio Local Area Network (HIPERLAN) equipment. 8. Bluetooth Presentation, Bluetooth Business Div, Digital Media Network Company, Toshiba Corporation, 2000.
Jim Geier, Spread Spectrum : Frequency Hopping vs. Direct Sequence, May 1999.
Http://www.motorola.com/bluetooth
Http://www.cetecom.com/bluetooth
Http://www.palowireless.com
Bluetooth Special Interest Group, Serial Port Profile.
Tri Susanto, Engineer di laboratorium Quality Reliability Security- RisTI, TELKOM
<trissto@risti.telkom.co.id>
| Sajian Utama |
| Komunikasi | Energi | Elektronika |
Please send comments, suggestions, and criticisms about ELEKTRO INDONESIA.
Click here to send me email.
| Halaman Muka |
© 1996-2001 ELEKTRO Online.
All Rights Reserved.
http://www.elektroindonesia.com/elektro/khu36.html







Sunday January 7, 2007 - 08:30pm (ICT) Permanent Link | 0 Comments
Entry for January 07, 2007
Nama: Syifa Hamama
Nim: F1C004080
Tugas: Teknokom



Cybercrime...
(Kejahatan Dunia Maya)


1. Internet
Perkembangan teknologi informasi media sekarang tidak dapat dipungkiri lagi membawa dampak dan perubahan yang luar biasa dalam kehidupan masyarakat. Banyak kontroversi yang timbul berkaitan dengan pengaruh teknologi bagi kelangsungan sistem sosial yang ada. Banyak pihak menganggap bahwa munculnya teknologi telah memberikan efek yang berbahaya karena dianggap memiliki kekuatan luar biasa dan mampu mempengaruhi seorang individu untuk dapat berfikir dan bertindak berdasarkan pada apa yang dilihat dan diresap melalui informasi media.
Peningkatan teknologi informasi itu sendiri bergerak cepat seiring dengan perkembangan era globalisasi. Dan salah satunya yang dapat kita lihat adalah adanya sistem jaringan dengan kabel (intranet) menjadi sistem jaringan tanpa kabel yaitu internet. Dewasa ini, internet telah menjadi sarana informasi yang sangat populer. Hal ini karena internet telah dianggap mampu menghilangkan batas wilayah antar negara yang menjadikan dunia terasa begitu sempit dan membuat penyebaran informasi dan komunikasi menjadi lebih mudah.
Keberadaan internet telah membawa berbagai dampak positif bagi kehidupan kita. Internet menyediakan akses yang murah dan cepat setiap saat untuk mengambil informasi dan hiburan dari berbagai Website di seluruh belahan dunia. Namun demikian, dengan adanya sekitar 600 juta pengguna Internet di dunia yang mengakses 10 juta Website setiap saat, celah untuk kejahatan menjadi terbuka lebar bagi siapapun.
Sebagai contoh:
1. Keterhubungan Internet secara global memudahkan orang untuk melakukan rangkaian aktivitas yang dapat bersifat melawan hukum, melintasi batas teritori suatu negara, tanpa hambatan ruang dan waktu.
2. Hak privasi, hak kekayaan intelektual seseorang, atau sekelompok orang dapat dilanggar.
3. Beragam tindak kejahatan dapat dilakukan melalui komunikasi elektronik dengan Internet sebagai medium

Kemajuan teknologi sayangnya tidak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga negatif. Banyak terjadi penyalahgunaan atas kemudahan yang diberikan, salah satunya adalah kejahatan dunia maya (cybercrime). Cybercrime ini merupakan salah satu jenis kejahatan halus/administrasi dan termasuk (white collar crime) atau tindak pidana yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi yakni komputer.
Ada beberapa jenis kejahatan cybercrime yang seringkali dilakukan seperti pengedaran program komputer tanpa ijin, pencemaran nama baik lewat internet,carding, penipuan jual beli barang dengan kartu kredit palsu serta serangan virus atau worm.
Dan yang memperihatinkan adalah bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama di dunia dalam urusan kejahatan dunia maya. Masalah cybercrime mayoritas terjadi di kota-kota besar yang memiliki kemudahan lebih dalam mengakses informasi seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Menurut data dari Bareskrim Polri, kerugian negara akibat kejahatan dunia maya ini menacapai Rp 41,3 miliar.

2. Bentuk- Bentuk Cybercrime

Cybercrime merupakan kejahayan dunia maya dengan menggunakan komputer sebagai media. Cybercrime memiliki beberapa bentuk seperti penyebaran virus, pencucian uang, pornografi, perjudian, suicide assistance, hacking,dll.
Berikut ini penjelasan singkat mengenai beberapa jenis tindak kejahatan yang dapat dikategorikan ke dalam Cyber Crime:

1. Viruses (Penyebaran Virus)
Penyebaran virus dapat dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu:
• Virus, sebuah kode yang diturutkan pada sebuah program dalam komputer, yang memiliki kemampuan untuk mereproduksi dirinya sendiri. Ia dapat menghapus file lain atau mengunci sistem tanpa sepengetahuan pengguna komputer
• Worm, mirip dengan virus tapi tidak berada dalam program pada komputer. Worm berada bebas dan menyebar luas melalui jaringan
• Trojan horse, sebuah program yang melakukan suatu aktifitas tersembunyi sementara ia berpura-pura melakukan aktifitas lainnya. Mirip dengan virus tapi tidak dapat mereproduksi dirinya sendiri

2. Hacking
Hacking dapat menggunakan beberapa jenis bentuk kegiatan, seperti:
• Accessing, yaitu memasuki suatu jaringan tertentu yang bersifat private tanpa izin
• Defacking, yaitu merubah isi dari Website milik pihak lain
• Bombing, yaitu menghujani suatu Website dengan pesan yang tidak terhitung banyaknya, dengan tujuan untuk memperlambat atau bahkan menghancurkan server dari Website tersebut
Para pelaku hacking menganggap aktifitas mereka tidak membahayakan dan bahkan menyenangkan. Tanpa disadarinya, aktifitas hacking sangat mengganggu privasi pihak lain, bahkan dalam bidang industri atau pertahanan militer aktifitas hacking dianggap sebagai suatu tindak kejahatan serius yang membahayakan keberadaan institusi tersebut.
Tidak semua pelaku hacking melakukan aktifitas tersebut dengan tujuan yang sama, mereka dibagi dalam tiga kelompok besar sebagai berikut:
• White-hat hackers, yaitu para hackers (sebutan untuk pelaku hacking) yang mencoba dan mentes prosedur keamanan pada suatu Website, sesuai permintaan dari pengelola Website tersebut.
• Black-hat hackers, yaitu para hackers yang beraksi tanpa permintaan pihak yang berwenang, dan membobol ke dalam sistem tanpa izin
• Grey-hat hackers, yaitu para hackers yang melakukan aktifitasnya terkadang tanpa izin, namun kadangkala dengan izin

3. Pirating (Pembajakan)
Perkembangan teknologi digital telah memungkinkan kita untuk menyalin produk-produk seperti musik, film, dll secara gratis dan menyebarkaluaskannya ke seluruh dunia.

4. Scams
Banyak Website yang menampilkan penawaran yang tidak sebenarnya. Sebagai contoh, Website Ticket To Heaven menawarkan pertemuan dengan Tuhan seharga $15!
Salah satu jenis scam tingkat tinggi adalah carding, yaitu menggunakan spam sebagai umpan mengarahkan konsumen untuk memberitahu nomor kartu kredit, informasi bank, nomor jaminan sosial, sandi lewat (passwords), atau informasi sensitif lainnya yang mereka miliki. Secara singkat, carding merupakan sebutan populer untuk suatu tindakan penipuan dengan menggunakan kartu kredit pada internet.
Dilihat dari berbagai macamnya bentuk kejahatan dan betapa besarnya kerugian yang diderita oleh Negara akibat adanya kejahatan cybercrime ini, sudah sewajarnyalah Negara memberikan perhatian khusus. Banyak dari pelaku kejahatan dunia maya tertarik untuk melakukan karena dianggap longgarnya system hokum yang ada di Indonesia. Belum adanya peraturan tegas menjadikan para pelaku dapat melenggang bebas dalam merencanakan operasinya.
Cyberlaw yang merupakan hukum yang berlaku bagi kejahatan dalam dunia maya dapat dijadikan acuan dan pijakan untuk dapat menberikan gambaran mengenai apa yang harus dilakukan dalam menghadapi pelaku cybercrime.


Sunday January 7, 2007 - 08:27pm (ICT) Permanent Link | 0 Comments

Add syifa's Blog to your personalized My Yahoo! page:

Add to My Yahoo!RSS About My Yahoo! & RSS
1 - 5 of 6 First | < Prev | Next > | Last