Business management is a simple thing but not as simple as turning your palm. It could be learned with logic.
Tidak terasa sudah lebih dari setengah tahun 360' saya ini terlantar. Melanjutkan perbincangan kemarin mengenai strategi operator seluler, kali ini akan membahas mengenai promosi dengan perang tarif.
Selama setengah tahun ini sudah banyak terjadi perubahan dalam tarif bicara maupun sms. Jadi bila sekarang saya bicara masalah nominal sepertinya akan banyak tidak sesuai dengan tarif yang sekarang.
Kita sering melihat spanduk atau baliho yang menyatakan bahwa operator A lebih murah, operator B paling murah, operator C yang termurah dan sebagainya. Promosi yang sangat menarik bagi saya karena dompetnya tipis.
Eh, di televisi juga ada ding. Maklum jarang nonton tipi. ![]()
Tapi waktu saya bertanya ke gerai hp, disana dijelaskan dengan panjang lebar. Maklum yang punya masih temen. Bahwa sebenarnya sama saja. Hanya memindahkan bill ke menit yang lain. Lho kok? Maksudnya?
Gini, dia jelaskan lagi, misalkan sebelum ada gratisan, semua menit flat di nominal tertentu. Lalu ketika ada gratisan, ngamatin ga kalau tagihannya pindah ke jam lain? Contohnya, paket gratis ngobrol sama drakula di jam 11 nyampe 4 pagi. Wow, selama puasa pasti programnya dihentikan. Lah orang bakal telpon nungguin sahur daripada tidur. Betul?
Kalau bukan bulan puasa dijalanin, siapa yg kuat ngobrol sampe pagi kalau paginya kerja atau sekolah. Ini baru itung-itungan jam lho. Saya hanya termangu dan mengangguk saja. Tapi dia jelasin lagi dengan semangat.
Pernah denger yang model 3 menit pertama, 3 menit kedua dan seterusnya? Nah, itu juga teaser lho. Dia menggoda untuk diambil. Padahal ada teorinya lho.
Teori gimana? Tanyaku
Gini. Secara penulisan memang tidak ada yang salah dengan iklan itu. Namun secara deret hitung, ada missing link disitu. Lihat, jika diganti 3 menit pertama jadi1 dan 3 menit kedua jadi 2, maka yang kita baca adalah 1, 2, dan seterusnya. Asumsi kita yang baca, itu berarti 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan seterusnya. Betul? Padahal yang bener 1, 2, 1, 2, 1, 2, 1, 2, dan seterusnya. Lucu ga tuh?
Wah, makasih pencerahannya. Hampir terjerumus ke jurang nih.
Eit, tunggu dulu. Masih ada lagi. Cara penghitungan menit juga seringkali tidak realistis lho. Misalnya pake detik. Rp. 1/detik misalnya. Atau selama 200 detik. Jam yang ada sekarang ini yang pake detik kan udah jarang banget. Gimana ngitungnya tuh? Buat peer aja sana.
Weleh, kok ngusir.
Bukannya ngusir. Cuman kamu disini juga ngapain. Hehehe.
Halah. Tapi kamu kan jualan pulsa sama perdana nih. Kok malah cerita kaya gitu?
Gini. Posisi jualan gini terjepit. Asal tahu saja ya, operator nekan dengan nuntut penjualan tinggi, tapi harganya dinaikin. Lalu dari yang belinya minta diskon. Kalo semua yang beli kaya kamu bisa tekor nih. Hahaha.
Hahaha.
Oke deh klo gitu. Begitulah hasil "wawancara" sama tukang jualan pulsa.