Yahoo! 360° News | Beta Feedback
Start your own Yahoo! 360° page

ardin < Y! ID: ardin_al_... >

Top Page  |  Blog  |  Friends

Add

ardin is not connected to you in Yahoo! 360°.

Last updated Sat Jun 10, 2006 Member since June 2006

1 - 3 of 3 First | < Prev | Next > | Last

º°¨ Catatan seorang ArdiN ¨°º Full Post View | List View

º°¨ Catatan seorang ArdiN ¨°º

Kisah Seorang Tokoh
MENGUKUR KETINGGIAN DENGAN MENGGUNAKAN BAROMETER
 
 
Barometer adalah alat untuk mengukur tekanan udara, bagaimana caranya untuk mengukur ketinggian?
 
Cerita berikut tentang salah satu pertanyaan dalam ujian Fisika di Universitas Copenhagen:
"Jelaskan bagaimana menetapkan tinggi suatu bangunan pencakar langit dengan menggunakan sebuah barometer."
 
Salah seorang mahasiswa menjawab: "Ikatlah leher barometer itu dengan seutas tali panjang, lalu turunkan barometer dari pucuk gedung pencakar langit sampai menyentuh tanah. Panjang tali ditambah panjang barometer akan sama dengan tinggi pencakar langit."
 
Jawaban yang luar biasa "orisinil" ini membuat pemeriksa ujian begitu
geram. Akibatnya si mahasiswa langsung tidak diluluskan. Si mahasiswa naik banding. Menurutnya, kebenaran atas jawaban itu tidak bisa disangkal. Kemudian universitas menunjuk seorang arbiter yang independen untuk memutuskan kasus itu. Arbiter menyatakan bahwa jawaban itu memang benar, hanya saja tidak memperlihatkan secuil pun pengetahuan mengenai ilmu fisika. Untuk mengatasi permasalahan itu, disepakati untuk memanggil si mahasiswa, dan memberinya waktu enam menit untuk memberikan jawaban verbal yang menunjukkan paling
sedikit latar belakang pengetahuannya mengenai prinsip-prinsip dasar
ilmu fisika.
 
Selama lima menit, si mahasiswa duduk tepekur, dahinya berkerut. Arbiter mengingatkan bahwa waktu sudah hampir habis. Mahasiswa itu menjawab bahwa ia sudah memiliki berbagai jawaban yang sangat relevan, tetapi tidak bisa memutuskan yang mana yang akan dipakai.
 
Saat diingatkan arbiter untuk bersegera memberikan jawaban, si mahasiswa menjelaskan sebagai berikut:
"Pertama-tama, ambillah barometer dan bawalah sampai ke atap pencakar langit. Lemparkan ke tanah, lalu ukurlah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tanah. Ketinggian bangunan bisa dihitung dari rumus H = 0.5g x t² . Tetapi khan sayang barometernya jadi pecah."
 
"Atau, bila matahari sedang bersinar, anda bisa mengukur tinggi barometer, tegakkan di atas tanah, dan ukurlah panjang bayangannya. Setelah itu, ukurlah panjang bayangan pencakar langit, sehingga hanya perlu perhitungan aritmatika proporsional secara sederhana untuk menetapkan ketinggian pencakar langitnya."
 
"Tapi kalau anda betul-betul ingin jawaban ilmiah, anda bisa mengikat
seutas tali pendek pada barometer dan menggoyangkannya seperti pendulum. Mula-mula lakukan itu di permukaan tanah lalu di atas pencakar langit. Ketinggian pencakar langit bisa dihitung atas dasar perbedaan kekuatan gravitasi T = 2 pi akar dari (l/g)."
 
"Atau kalau pencakar langitnya memiliki tangga darurat di bagian luar, akan mudah sekali untuk menaiki tangga, lalu menggunakan panjangnya barometer sebagai satuan ukuran pada dinding bangunan, sehingga tinggi pencakar langit = penjumlahan seluruh satuan barometernya pada dinding pencakar langit."
 
"Atau bila anda hanya ingin membosankan dan bersikap ortodoks, tentunya anda akan menggunakan barometer untuk mengukur tekanan udara pada atap pencakar langit dan di permukaan tanah, lalu mengkonversikan perbedaannya dari milibar ke satuan panjang untuk memperoleh ketinggian bangunan."
 
"Tetapi karena kita senantiasa ditekankan agar menggunakan kebebasan berpikir dan menerapkan metoda-metoda ilmiah, tentunya cara paling tepat adalah mengetuk pintu pengelola gedung dan mengatakan: 'Bila anda menginginkan barometer baru yang cantik, saya akan memberikannya pada anda jika anda memberitahukan ketinggian pencakar langit ini." Image
 
Siapakah mahasiswa tersebut?
Mahasiswa tersebut adalah Niels Bohr, satu-satunya warga Denmark yang memenangkan hadiah Nobel untuk Fisika.
How sometimes we just judge somebody by what she/he say, not by the real thought inside of her/him.
 
Smiley...! Seringkali kita menilai seseorang dari apa yang dikatakannya,
bukan dari apa yang sesungguhnya ia pikirkan.
*********
Orang tua percaya segalanya; Orang dewasa mencurigai segalanya; anak muda tahu segalanya.
Sunday June 11, 2006 - 02:02am (CST) Permanent Link
Apa itu C i n t a ?

'Cinta'... Seringkali ketika kata ini disebut, jiwa manusia pun bergetar, terbuai oleh perasaan deg-deg-an... seakan tersiram oleh keindahan cinta yang berbaur dengan keharuman minyak Yasmine. Orang yang dimabuk cinta seakan tak puas bila tak bermandikan air hujan kemesraan, disiram oleh tangan kasih sayang. Dan ia pun seakan terbang nun diatas sana, menerobos hujan yang tenang, melambai gemulai, indah dan bersiramkan wangian misik. Benar tidaknya... anda sendiri yang tahu...

Cinta memang sesuatu yang belum bisa saya mengerti, datang dengan tiba-tiba tanpa bersuara dan perginya pun secepat kilat tanpa kita ketahui... lenyap tanpa bekas, bahkan seringkali terganti dengan lawan dari cinta itu sendiri... yaitu benci.

Tapi muncul satu kekhawatiran yang sering dialami adalah jangan2 cinta itu hanyalah sekedar kedok dari "sesuatu" yang lain, sesuatu yang lebih latent dibandingkan dengan cinta itu sendiri.

Kalau sekedar untuk berdeklamasi, saya tentu akan menjawab dengan lantang, bahwa cintaku untuk Allah, untuk Rasulullah, para sahabat, orang tua, teman, dan seterusnya...dan seterusnya... demikian pula slogan-slogan yang ditempel atau dalam iklan misalnya... tidak mustahil bahwa semua ucapan, atau tingkah laku itu hanyalah kepalsuan belaka... ??!

Tetapi  itu hanyalah sekedar slogan saja, yang untuk bisa membuktikannya perlu diuji lagi. Ibaratkan sebuah pedang... ia tidak langsung menjadi sebuah pedang yang tajam tanpa sebelumnya melalui sebuah proses yang tidak ringan. Sebuah proses dari sepotong besi biasa yang kemudian menjadi sebuah pedang yang bagus.

Tidak jarang untuk bisa merasakan cinta  pada yang lain maka penyandaran dan berkedok dengan cinta pada Allah sering terlazimi. Tidak jarang dibalik kedok itu adalah karena lebih mencintai diri sendiri... mencintai ego yang ada.

Demi cinta kepada Allah... maka saya melakukan perintahnya...menjauhi larangannya... berusaha mengikuti Sunnah Rasul-Nya... berusaha dekat dan mengikuti kekasih2-Nya... dll.  Tetapi ternyata itu hanyalah sebuah kedok bahwa saya jauh lebih besar mencintai diri sendiri.

Karena ego ini masih lebih mengutamakan nikmatnya materi, nikmatnya pujian, nikmatnya penghargaan, nikmatnya kehormatan, nikmatnya harga diri, nikmatnya pahala, nikmatnya berkelompok apalagi yang merasa paling benar, bahkan terobsesi dengan nikmatnya surga yang dijanjikan... dan disamping ego tersebut masih belum bisa menerima kepahitan-kepahitan. Baik itu jasmani maupun rohani. Saya masih melayang diantara hitam-putih, panas-dingin, baik-buruk, benar-salah, senang-susah, pujian-makian. Sesuatu yang sangat relatif tetapi punya tendensi ke arah tertentu.

Sampai suatu saat saya men-scan kembali perasaan saya mengenai cinta... ketika secara nggak sengaja saya dengar pembicaraan orang yang kira-kira begini: "Cinta akan lebih bisa terpahami jika tidak bersandar dengan "karena" tapi bersandar dengan "walaupun".

Anda nggak faham yach...? samma 

Mau pake rumus...?,

Misalkan... Selama ini dengan kedok cinta, saya mencintai A "KARENA" c,d,e,f,g… (sesuatu yang sangat logis). Tapi masalahnya sekarang, kalau c,d,e,f,g-nya berkurang tidak mustahil cinta saya pada A bukan sekedar tereduksi lagi, akan tetapi mungkin akan habis dan tinggal kedoknya saja, karena ego saya yang menginginkan c,d,e,f,g-nya bukan karena A-nya itu.

Tetapi sebaliknya... Dengan berkedok cinta, saya mencintai A "WALAUPUN" v,w,x,y,z dst ..(mungkin terkadang nggak masuk akal). Akan tetapi, meskipun ada faktor v,w,x,y,z dst... tapi disini kita harapkan mudah2an cintanya semakin menyala dan kedoknya semakin menghilang.

Gak taulah apa itu cinta.

Saya hanya sedikit teringat, suatu kisah seorang sufi yang mengatakan bahwa beliau 'mimpi seakan-akan berada di hadapan Allah' kemudian Allah berkata:

(dalam bahasa yang lebih sederhana) ........

Ketika AKU baru menciptakan manusia, mereka semua mengaku cinta kepada-KU.

Kemudian KU-ciptakan dunia, sebagian besar berpaling ke dunia lari meninggalkan-KU, hanya sedikit yang tetap mencintai-KU

Kemudian KU-ciptakan Surga, sebagian besar dari yang sedikit itu berpaling padanya, dan tinggal sedikit dari yang sedikit tetap mencintai-KU

Kemudian KU-ciptakan Neraka, sebagian besar dari yang sedikit dari yang sedikit tadi lari meninggalkan-KU karena takut padanya, maka tinggallah sedikit dari yang sedikit dari yang sedikit tetap cintanya kepada-KU.

Pada yang sedikit dari yang sedikit dari yang sedikit itu KU-timpakan ujian, Sebagian besar dari yang sedikit dari yang sedikit dari yang sedikit itu tidak tahan dan mengeluh, hingga hanya tinggallah sedikit dari yang sedikit dari yang sedikit dari yang sedikit tadi masih tetap cintanya kepada-KU.

Kepada yang tersisa itu AKU katakan... "Kalian tidak menginginkan dunia, tidak mengharapkan surga, tidak lari dari neraka, dan tidak mengeluh dari ujian, lalu apa yang kalian inginkan...?"

"Engkau lebih mengetahui apa yang kami inginkan, jawab mereka."

"AKU akan memberikan cobaan yang berat pada kalian, sebanyak napas kalian; bahkan gunung yang kokoh sekalipun tidak akan sanggup menanggungnya, apakah kalian akan tetap bersabar...?"

"Jika KAU yang menurunkan cobaan itu, kami siap menerimanya."

Kata Allah... "Kalian adalah hamba-hamba-KU yang sejati. Kalian adalah pecinta-KU yang sidiq. Aku akan beri kalian dunia dan surga. Aku akan menyingkirkan segala bencana dari kalian."

Mereka yang tersisa itu-lah hamba-KU.

                           ---o0o---

Sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul-Nya. (HR.Bukhari)

Seseorang akan (dikumpulkan) bersama dengan yang ia cintai. (HR.Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillah... Allah Maha Pemurah, jika tidak karena ada cinta-Nya mustahil kita akan mampu bertahan dengan segala ujian dari-Nya.

Kebaikan jika disertai kebencian tidak akan bermanfaat. Sedang keburukan jika disertai cinta tidak akan membahayakan.

"Saudaraku, jika kau mendoakan aku, doakanlah agar Allah menjadikan aku sebagai salah seorang kecintaan-Nya. Sebab, karena cinta, maka seorang ayah berulang kali memaafkan kesalahan anak-anaknya. Jadi, jika Allah mencintaimu, kau takkan merasa takut."

trus ada apa dengan cinta...? (yang jelas ini gak ada hubungan dengan film yach...?)

 

Ya Allah bi dzarrotin min mahabbatillah...

Ya Allah, jadikanlah kesalahan-kesalahan kami sebagai kesalahan-kesalahan dari orang yang Kau cintai. Dan jangan jadikan kebaikan-kebaikan kami sebagai kebaikan-kebaikan dari orang yang Kau benci.

----------------------------klik disini--------------------

                                             Makassar,220103

Sunday June 11, 2006 - 01:55am (CST) Permanent Link
Kutip Postingan :)
Kutip Postingan :) magnify

Yahoo! Mail Beta

Hampir tengah malam kemarin saya menerima email “hiburan” dari Fauziah Swasono tentang Yahoo! Mail berantarmuka baru. Fauziah, pemakai Yahoo! Mail yang tinggal di Tokyo, termasuk yang beruntung memperoleh kesempatan lebih dulu membuktikan janji Yahoo! akan antarmuka baru. Saya sebut “hiburan” karena dalam emailnya Fauziah menyebut perubahan ini masih dirasakan “lambat” olehnya.

Pengamatan yang dilakukan Fauziah dengan koneksi di Tokyo:

  • penampakan ala “Microsoft Outlook” perlu waktu 20—25 detik;
  • pesan sebuah email ditampilkan utuh perlu 1,6 detik (terima kasih Fau, sampai teliti satu digit setelah koma!);
  • email dengan lampiran 9 MB perlu 30 detik;

Kapan saya bisa menjajal versi Beta ini?

Ternyata tidak perlu menunggu lama: pagi ini saya baca di Lifehacker trik memperoleh Yahoo! Mail berantarmuka baru versi Beta, sbb.:

  1. login ke Yahoo! Mail;
  2. pilih Options (atau “Opsi” untuk Yahoo! Mail edisi bahasa Indonesia);
  3. klik Account Information di sisi kiri halaman Web;
  4. selanjutnya pilih Member Information, General Preferences, Preferred Content (atau padanannya dalam bahasa yang dikehendaki);
  5. pilih, misalnya, Yahoo! UK;
  6. akhiri semua dengan tombol Finish;
  7. masuk lagi ke Yahoo! Mail (sebaiknya lewat halaman baru di perambah);
  8. muncul halaman baru berisi undangan, “It’s the New Yahoo! Mail Beta… and you’re invited.”
  9. klik “Try Beta Now”.

Pada percobaan pertama, saya pilih Yahoo! Indonesia, namun gagal. Entah karena memang belum tersedia untuk Yahoo! Indonesia atau saya salah tidak membuka halaman baru untuk Yahoo! Mail. Pada percobaan kedua saya pilih Yahoo! UK dan sukses. Anda yang berhasil dengan Yahoo! Indonesia silahkan tulis konfirmasi.

Setelah itu, saya kembalikan lagi ke Yahoo! English US dan layanan Beta tersebut tetap baik-baik saja. Karena sebelumnya saya pakai mekanisme penerusan (forwarding) untuk akun email di Yahoo!, siang ini distop, diganti dengan baca di Web dan POP. Hasil percobaan saya,

  • waktu muat (loading) halaman Yahoo! Mail versi Beta utuh: sekitar 1 menit 30 detik.
  • waktu untuk menampilkan satu pesan email: sempat menghabiskan 35 detik, namun pernah juga 7—10 detik

Koneksi Internet di tempat saya: lebar pita 64 kbps dipakai oleh sekitar 10 terminal aktif dan lewat proxy Squid di terminal.

Sebagai perbandingan, saya coba Gmail dan hasilnya:

  • waktu muat halaman Webmail: 25 detik (ada kemungkinan cache Gmail sudah tersedia di perambah);
  • waktu muat sebuah pesan yang belum dibaca: 15 detik.

Itu dulu. Saya belum memeriksa kelengkapan lainnya, masih membiarkan email-email yang masuk setelah siang ini ke webmail.



source: http://direktif.web.id/arc/2006/04/antarmuka-baru-yahoo-mail

Saturday June 10, 2006 - 09:05pm (CST) Permanent Link

Add º°¨ Catatan seorang ArdiN ¨°º to your personalized My Yahoo! page:

Add to My Yahoo!RSS About My Yahoo! & RSS
1 - 3 of 3 First | < Prev | Next > | Last