Yahoo! 360° News | Beta Feedback
Start your own Yahoo! 360° page

Andi 'AA' Andreas < Y! ID: aaonweb >

Top Page  |  Blog  |  Feeds  |  Friends

  • School: STT Telkom Bandung

Add

Andi 'AA' Andreas is not connected to you in Yahoo! 360°.

Last updated Wed Mar 19, 2008 Member since July 2005

Total Page Views

11,318

Therefore if any man be in Christ, he is a new creature: old things are passed away...--> Click here Reply

1 - 5 of 21 First | < Prev | Next > | Last

He gave me a brand new start Full Post View | List View

My refelections when God told His words that change my life.

Struggling with Sin

I have no power within me to live the Christian life. The Holy Spirit has to live in me and Christ has to live thru me. I cannot live the Christian life. I’m a total flawed and failed. - Billy Graham, sermon in San Jose 1981-

And I know that nothing good lives in me, that is, in my sinful nature. I want to do what is right, but I can’t. I want to do what is good, but I don’t. I don’t want to do what is wrong, but I do it anyway. - Paul on Romans 7:18 - 19.

Following Christ is a constant struggle. Struggle against our sinful nature and immoral infullence around us. How can we live as a true Christian nowadays?

Billy Graham admitted that he cannot win against those things unless the Holly Spirit live in him. As a respected preacher in USA over decades and having knowlegde of truths deeply did not make him able to win against sinful nature living in him. He needs the power of Holy Sipirt that will be given when accepted Jesus as Saviour.

In Romans 7:14-25, Apostle Paul has also shared his struggle with sin before he believed in Christ. He admited his sinful nature who control his life. He is unable to do what he thinks right. He said, “There is another power within me that is at war with my mind. This power make me a slave to the sin that still within me (verse 23).”

On verse 24, he get frustrated by saying “Oh, what a miserable person I am! Who will free me from this life that is dominated by sin and death?” I think this is what every believer would say if know how powerless we are as human against our sinful nature.

Who gonna help us then?

Verse 25, Thank God! the answer is in Jesus Christ our Lord. So you see how it is: In my mind I really want to obey God’s law, but because of my sinful nature I am a slave to sin.

We cannot win against our sinful nature without Christ. We need His Spirit to live in our life.

“But you are not controlled by your sinful nature. You are conntrolled by the Spirit if you have the Spirit of God living in you.” Romans 8:9

Wednesday March 19, 2008 - 02:03am (CST) Permanent Link | 0 Comments
Menjadi Saksi Bagi Kristus

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Kisah Para Rasul 1:6

Kalau kita membaca Kisah Para Rasul pasal pertama, di sana Lukas menuliskan percakapan terakhir Tuhan Yesus dengan para murid sebelum terangkat ke Sorga. Para murid bertanya kepada Tuhan, "maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Percakapan terakhir ini penting untuk direnungkan, karena terjadi sesaat sebelum Tuhan Yesus meninggalkan murid-muridnya di bumi.

Saya kira, pertanyaan para murid di atas mewakili pertanyaan kebanyakan manusia jika berada dalam kesulitan, terhimpit masalah dan ketidakpastian hidup: Kapan Tuhan memulihkan hidup kita dari masalah?

Setelah Yesus disalibkan, para murid berada dalam situasi krisis kepemimpinan, kehilangan sosok pemimpin yang bisa diharapkan membawa mereka lepas dari penjajahan Romawi. Mereka sedih dan stress menghadapi ketidakpastian (Lukas 24).

Jawaban Tuhan Yesus di ayat selanjutnya menarik untuk direnungkan. Ayat 7: Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Ayat 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Kebenaran pertama yang bisa ambil dari ayat di atas adalah: Tuhan adalah pemilik waktu, Dia yang berdaulat menetapkan masa dan waktu menurut kuasaNya. Manusia boleh membuat rencana-rencana, tapi Tuhan yang mengetahui kapan dan waktu dalam kehidupan ini.

Kebenaran kedua adalah Yesus ingin hidup kita tidak terbelenggu oleh persoalan-persoalan yang kita hadapi. Dia ingin supaya kita hidup dalam persekutuan denganNya. Supaya Roh-Nya menguasai hidup kita. Roh-Nya yang akan memberikan kuasa untuk menjadikan kita kuat menghadapi segala pergumulan hidup.

Kata kuasa di ayat 8 berasal dari kata Yunani "dunamiv/dunamis" yang artinya power, mighty work, strength, miracle, mighty. Sehingga tidaklah mengherankan jika orang-orang yang penuh Roh, seperti Rasul Paulus menjadi kuat dalam menghadapi berbagai ancaman dan hambatan dalam tugasnya sebagai pemberita Injil, seperti yang diungkapkannya di 2 Korintus 11:3-38 menjadi Curriculum Vitae dia sebagai seorang Rasul Kristus.

Soli Deo Gloria.

2 Korintus 11: 23-28

23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. 24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.

Saturday February 10, 2007 - 10:44pm (CST) Permanent Link | 0 Comments
Bermegah di dalam Kristus

Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! -Roma 3:27-

Roh Kudus adalah Pribadi yang dinamis. Dia akan memberikan kepada kita hikmat-hikmat yang tersembunyi, rahasia-rahasia kebenaran yang berasal dari Bapa, sehingga iman kita bertumbuh semakin maju. Seperti halnya hari ini, Roh Kudus memberikan suatu pernyataan mengenai perbedaan antara kemegahan hidup lama dan hidup baru. Kemegahan hidup lama adalah kemegahan di luar Kristus; kemegahan hidup baru adalah kemegahan di dalam Kristus.

Contoh nyata dari pribadi yang memahami perbedaan kemegahan tersebut adalah Rasul Paulus. Paulus (Saulus) adalah orang yang memiliki status istimewa di mata orang Yahudi. Dia orang Ibrani asli, keturunan langsung bangsa pilihan Allah yang melahirkan Kristus. Dia juga seorang Rabi, guru besar dalam lembaga pendidikan tinggi yang mempelajari Hukum Taurat. Tidak hanya pandai dalam mengajar, Paulus juga seorang Farisi, orang yang dengan teliti belajar dan sungguh-sungguh melakukan segala ketetapan Hukum Taurat. Farisi adalah kelompok masyarakat elite dalam strata masyarakat Yahudi. Jumlahnya tidak mungkin lebih dari 6000 orang. Pada jaman tersebut, orang Farisi memisahkan diri dengan kelompok masyarakat lainnya yang tidak melakukan Taurat. Bagi mereka sikap tersebut adalah suatu kebanggaan karena merupakan wujud kesetiaan terhadap Allah.

Yang membuat dia semakin istimewa yaitu status kewarganegaraannya sebagai warganegara Roma (Kisah 22:27). Pada saat itu kerajaan Romawi mendominasi dunia. Setiap warganegara Roma memiliki status istimewa di mata hukum. Dia tidak boleh dijebloskan ke penjara tanpa proses pengadilan. Juga tidak boleh disesah alias dihukum cambuk (Kisah 22:25). Jika diadili dan dijatuhi hukuman, seorang warganegara Roma bisa naik banding langsung kepada Kaisar (Kisah 25:11).

Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi (Fil 3:5-6), Paulus mengakui hal-hal di atas sebagai kebanggaannya sebelum mengenal Kristus. Dikatakan: "...disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat." Karena statusnya ini, tak heran jika Paulus mendapatkan mandat dari Sanhedrin (Mahkamah Tertinggi Yahudi) untuk membinasakan pengikut Kristus di Damsyik.

Namum di ayat-ayat selanjutnya Paulus mengatakan bahwa kebanggaannya karena hal-hal tersebut adalah kerugian karena pengenalan akan Kristus. Rugi karena Paulus menemukan sesuatu yang lebih bernilai, lebih mulia, yaitu Kristus. Paulus tidak mau kemegahan dirinya dibangun di atas dasar statusnya tersebut. Dia melepaskan semuanya dan menanggapnya sampah (sesuatu yang tidak berguna) supaya memperoleh pembaharuan hidup di dalam Kristus. Hal ini ditegaskannya kembali dalam suratnya kepada jemaat di Korintus: "Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti (2 Kor 3:10)."

Sebagai bukti bahwa dia telah mengenal Kristus adalah di ayat 20. Paulus menyatakan bahwa kewargaan dirinya sekarang adalah di dalam sorga. Dia tidak lagi bangga sebagai warganegara Roma yang memberikan perlindungan bagi nyawanya. Paulus menjadi sangat berani menghadapi segala resiko dalam memberitakan Injil (2 Kor 11:17-33; Roma 8:36). Makna keuntungan bagi dia bukan lagi pada hal-hal lahiriah, tapi jika serupa dengan Kristus dalam kematianNya. Bagi dia, hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan (Filipi 1:21).

Haleluya!

Wednesday October 4, 2006 - 06:02pm (CST) Permanent Link | 1 Comment
Ayo Lariiiiii!
Ayo Lariiiiii! magnify

...dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Filipi 3:14

Kekeristenan adalah suatu perjalanan panjang untuk mengenal Kristus yang telah menjadi Penyelamat kita. Kekeristenan bukan momentum yang berhenti hanya sampai kita percaya kepadaNya. Mengenal pribadi Kristus dan menjadi muridNya adalah kelanjutan dari keselamatan kita.

Di Filipi 3 ini dengan jelas Rasul Paulus mengungkapkan kerinduanNya untuk mengenal Kristus yang telah menyelamatkanNya. Keinginan yang meluap-luap tersebut diungkapkan dengan kata 'berlari-lari', yang berarti hasrat yang kuat, semangat yang muncul karena dia tahu bahwa hadiah yang bernilai tinggi/mulia, yaitu panggilan sorgawi untuk hidup serupa dengan Kristus, telah tersedia didepannya.

Di ayat 7 dan 8, Rasul Paulus mengungkapkan bahwa pengenalan akan Kristus membuat apa yang dahulu merupakan kebanggaannya, yaitu status dan reputasinya dalam mentaati Hukum Taurat, menjadi tidak berharga (lebih rendah nilainya) karena Kristus lebih mulia dari semuanya. DidalamNya Rasul Paulus menemukan kebenaran yang dianugerahkan oleh Allah. Kristus yang adalah roti dan air hidup, yang memuaskan rasa lapar dan dahaganya dalam mencari kebenaran.
 
Sikap Rasul Paulus supaya bisa berlari-lari yaitu dengan melupakan masa lalunya yang penuh dosa dan kelemahan, dan mengarahkan pikiran dan hatinya kepada Kristus yang menjadi tujuan hidupnya yang baru. Seperti dikatakannya di ayat 13 "...tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku". Ini paralel dengan apa yang penulis Ibrani sebutkan di Ibrani 12:1 sebagai "menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita".

Dosa membebani manusia batiniah kita. Rasa kotor, bersalah, terbuang, lemah, takut, malu, dukacita, adalah konsekuensi yang batin kita rasakan karena dosa. Semuanya itu memberatkan kita untuk berlari-lari kepada Kristus. Kita harus menganggalkan beban itu, dan mengarahkan fokus pikiran kita kepada Kristus yang sanggup menghapus segala dosa dan perasaan negatif tersebut.

Berlari membutuhkan konsentrasi tinggi. Berlari tidak bisa sambil menoleh ke belakang. Berlari harus dengan segenap kekuatan. Di Ibrani 12 ayat 2 dikatakan: "Marilah kita melakukannya (perlombaan tersebut) dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan". Rasul Petrus menyatakan hal yang sama dengan: Siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus (1 Petrus 1:13).

Karena itu, tanggalkanlah beban dan dosa, kuasailah pikiran, arahkanlah pada Kristus, dan berlarilah!

Haleluya!

Amsal 18:10. Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.
Thursday September 7, 2006 - 10:24am (CST) Permanent Link | 2 Comments
Belajar dari Pertobatan Daud
Belajar dari Pertobatan Daud magnify
Dalam beberapa minggu terakhir ini Tuhan memberikan suatu pelajaran istimewa kepada saya mengenai betapa rentannya hidup orang Kristen tanpa Roh Yesus sebagai perlengkapan senjata terang untuk memenangkan pertempuran melawan keinginan tubuh kita.
 
Sisi kemanusiaan kita yang memiliki banyak kelemahan, akan sangat mudah diserang jika tidak memiliki Roh Yesus. Godaan yang datang bertubi-tubi akan membuat kita tidak berdaya dan menyerah pada keinginan tubuh kita yang selalu menuntut untuk dipuaskan.
 
Apa yang harus kita lakukan jika mengalami kekalahan dalam pertempuran tersebut? Apakah lari dari Tuhan atau mendekat padaNya?
 
Kali ini kita akan belajar dari pertobatan Daud, Raja Israel pada usia 30 tahun dan berkuasa selama 40 tahun, saat dirinya jatuh dalam dosa perzinahan karena mengambil istri Uria, Batsyeba.
 
Di Mazmur 51:1-21 kita baca ratapan Daud karena rasa bersalah yang amat sangat setelah ditegur oleh nabi Natan. Pengalaman Daud ini mengajarkan kita beberapa hal penting, yaitu:
 
1. Dosa membuat kita merasa kotor. Ayat 9 Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
 
2. Dosa membuat kita berdukacita. Ayat 10 Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
 
3. Dosa membuat kita merasa takut/malu. Ayat 11 Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
 
4. Dosa membuat batin kita lemah. Ayat 12 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
 
5. Dosa membuat kita merasa terbuang dari hadirat Tuhan dan kehilangan Roh Kudus. Ayat 13 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
 
6. Dosa membuat kita sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan sebagai penyelamat hidup kita. Ayat 14 Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Ayat 16 Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
 
7. Kejatuhan kita ke dalam dosa membuat kita bisa menuntun orang berdosa lainnya kepada Tuhan. Ayat 15 Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
 
8. Yang Tuhan inginkan jika jatuh ke dalam dosa adalah sikap batin yang benar di hadapanNya, yaitu datang kepadaNya, mengaku dosa, menyesal dengan sungguh, meratapi ketidakberdayaan kita, mohon pemulihan yang sempurna atas diri kita. Ayat 8 Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Ayat 18 Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Ayat 19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Ayat 20 Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
 
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
- 1 Yohanes 1:9 -
Monday September 4, 2006 - 01:58pm (CST) Permanent Link | 1 Comment

Add He gave me a brand new start to your personalized My Yahoo! page:

Add to My Yahoo!RSS About My Yahoo! & RSS
1 - 5 of 21 First | < Prev | Next > | Last