Seperti biasa, kenaikan harga BBM diikuti oleh meningkatnya harga-harga bahan pokok. Bahkan pada saat kenaikan tersebut baru sebatas rencana. Tarif dasar listrik, telepon, ongkos angkutan umum, harga bahan sandang dan papan pasti juga naik. Seperti lagu naik kereta api saja.. BBM naik lagi.. tut.. tut..tut.. Siapa hendak turut (naik)?
Berikut langkah-langkah yang mungkin perlu diambil untuk menyiasati kenaikan BBM.
- Mulai membiasakan “Bike to Work”, naik sepeda ke tempat kerja. Sekaligus olahraga menyehatkan badan.
- Pertimbangkan juga untuk membeli motor listrik (molis) yang menggunakan baterai. Tidak memakai BBM. Hitung-hitung berkontribusi untuk mengurangi polusi, udara jadi bersih.
- Bila ada tabungan, mungkin mulai memikirkan untuk memiliki motor yang hemat BBM, dengan cara tunai atau kredit.
- Bawalah mobil seperlunya saja, saat acara keluarga. Jalanan mulai dirasakan lebih penuh sesak daripada hari-hari sebelumnya.
- Menghemat pemakaian listrik. Contohnya dengan menggunakan laptop untuk bekerja. Matikan saja alat-alat listrik saat tidak diperlukan. PLN dalam memproduksi listrik juga menggunakan BBM.
- Menghemat pulsa telepon, pakai mobile chatting lebih murah.
- Teleworking (kerja dari jarak jauh atau remote) mungkin perlu mulai diperkenalkan. Hemat waktu dan BBM.
- Bagi ibu-ibu yang masih menyusui, pakailah terus ASI jangan susu formula yang harganya pasti akan membumbung tinggi.
- Ada ide lain?
Harga BBM naik, ini itu juga pasti naik. Mudah-mudahan biaya untuk koneksi internet tidak naik <(”,)>


