Yahoo! 360° News | Beta Feedback
Start your own Yahoo! 360° page
1 - 5 of 107 First | < Prev | Next > | Last

Agnes' Journals Full Post View | List View

Bahagia :: Damai :: Produktif

Nanas Musuh Wanita ?
Nanas sebabkan keputihan?, nanas bisa sebabkan keguguran?. Pertanyaan tersebut sudah menjadi mitos yang ada pada masyarakat kita. Banyak wanita, terutama wanita hamil menghindari nanas karena takut mitos tersebut terjadi. Sampai saat ini belum ada penelitian klinis yang mampu membuktikan kebenarannya.

Awal mula mitos ini berasal dari pendapat bahwa nanas, khususnya nanas muda memiliki sifat antelmintik dan abortivum yang berpotensi menimbulkan kontraksi pada kandungan. Selain itu diduga kandungan air pada nanas dapat menyebabkan keputihan pada wanita.

Selain mitos-mitos tadi, ternyata masih banyak manfaat dan khasiat nanas yang masih dapat digali sebagai makanan sehat. Nanas diketahui mengandung enxim bromealin yang bermanfaat untuk mengurangi risiko hipertensi, kolesterol dalam darah, mencegah stroke, mengurangi parasit pada cacing, menghambat pertumbuhan sel kanker, dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh.

Selain sumber kandungan mineralnya, nanas juga kaya akan vitamin dan serat yang baik untuk pencernaan. Kandungan-kandungan yang terdapat pada nanas antara lain vitamin B12, B6, A, C, E, K, folat, riboflavin, beta carotene, bromelin, tryptophan, serotonin, dan beberapa kandungan lainnya yang memberikan keuntungan bagi kesehatan.

Kandungan tryptophan dan serotonin pada nanas berfungsi sebagai relaksasi otak yang dapat mengurangi depresi, serta meningkatkan mood dan konsentrasi. Makanan yang rendah kandungan serotonin-nya lama kelamaan dapat menimbulkan berbagai jenis reaksi kimia, hormonal, dan enzimatik.

Antioksidan dan beta caroten yang ada pada nanas pun juga mampu menyeimbangkan membran sel lensa pada mata serta mempertahankan konsentrasi glutation tereduksi. Sehingga dapat mencegah reaksi oksidasi lipid pada membran sel lensa mata dari katarak.

(*/ berbagai sumber)
Thursday November 6, 2008 - 01:30pm (SGT) Permanent Link | 2 Comments
Bersabar menghadapi amarah
Jika anda melihat teman anda marah-marah dan berbicara dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan, bersabarlah sejenak, sebab setan telah mengalahkannya dan ia tengah naik pitam.

Jika anda peduli dengan tingkah dan perilakunya, sebenarnya anda telah bertindak seperti orang cerdas yang melayani orang gila atau seperti orang yang sadar dan waras mencaci maki orang yg pingsan.

Yang seharusnya anda lakukan adalah menatapnya dengan mata hati yang sejuk, penuh kasih sayang, dan berusaha mengerti apa yang sedang menimpa dirinya, serta berusaha melepaskannya dari jerat tabiat yang tidak pantas. Sepatutnya anda pun mengerti, jika ia sadar akan apa yang diucapkannya, pastilah ia akan menyesalinya. Anda akan mengerti keutamaan sabar. Dengan demikian, setidaknya, anda telah menyelamatkan dari tindakan-tindakan yang tidak terkendali, sehingga akhirnya ia bisa berfikir tenang.

Hal itu juga hendaknya menjadi perhatian seorang anak tatkala ayahnya marah, atau seorang istri tatkala suaminya marah. Hendaklah ia membiarkannya berkata apa adanya dna tak usahlah menyanggah dan banyak membantah. Hasilnya akan tampak setelah itu. Ia akan menyesal dan pasti meminta maaf. Jika istri atau anak melayani kemarahannya, yang muncul justru permusuhan dna pertengkaran serta pertikaian yang lebih jauh.

Kebanyakan manusia tak mampu menempuh cara yang saya sarankan itu. Tatkala melihat orang lain marah, mereka meladeninya dengan perilaku yang sama. Sebenarnya tindakan itu tidak mengandung hikmah. Yang penuh hikmah adalah apa yang disarankan tadi. Sambutlah kemarahan itu dengan kepala dingin. Hanya orang-orang yang mengertilah yang bisa menangkap apa yang menjadi tujuan ucapan saya.

Imam Al-Jauziy
Wednesday April 16, 2008 - 12:19am (SGT) Permanent Link | 3 Comments
Tekankan pendidikan
Bening, sejuk, segar wajah Hiramsyah Sambudhy Thaib, President Director & Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrieland Development Tbk, pagi itu. Dia menerima Bisnis di galeri pemasaran Rasuna Episentrum, proyek superblok, yang berdinding kaca.

Suasana di luar ruang yang sejuk dibasuh gerimis pagi seperti menembus dinding kaca gedung, menghadirkan hal yang sama di dalam. Ditemani teh dan makanan ringan, ngobrol-ngobrol dengan orang yang satu sekolah dengan kandidat presiden AS Barrack Obama di SD negeri di Jalan Besuki, Menteng, menjadi hangat.

Apa yang terpancar di wajah Hiramsyah mewakili latar belakang kehidupannya. Dia tumbuh dalam lingkungan yang kondusif. Dia adalah produk dari keluarga berpendidikan, penuh kasih sayang, religius, berjiwa sosial, pintar, dan berkembang dalam nilai yang menekankan bahwa tidak ada yang instan untuk menggapai kesuksesan.

Lahir dari keluarga berpendidikan karena kakeknya yang pada 1898 saja sudah bergelar Mr, sarjana hukum pada zaman penjajahan Belanda, Hiramsyah mengaku membekali anak-anaknya dengan pendidikan yang baik. "Ruang terbesar di rumah saya adalah perpustakaan," katanya.

Dia sendiri menargetkan untuk membaca setidaknya dua buku dalam sebulan. Pertama, buku yang berkaitan dengan profesinya seperti manajemen, dan kedua, buku yang berkiatan dengan pengembangan diri. Saat ini dia mengaku memiliki 1.000 buku di rumahnya.

Dia terngiang dengan perkataan kakeknya saat dia duduk di kelas 3 SD mengenai Malaysia. Negara itu menghabiskan dana yang relatif besar untuk mengembangkan pendidikan dan hasilnya dirasakan sekarang.

Meski menekankan pendidikan, dia tidak menjejali anak-anaknya dengan seabrek buku. Mereka juga dibiarkan bermain, bersosialisasi, menjalin hubungan dengan teman. "Bukan hanya skill, mereka juga perlu networking,"ujar pengagum Presiden Pertama RI Soekarno ini.

Anak pertama dari pasangan Hamim Rusdi Thaib dan Rr. Budhy Utami Sayekti ini menginginkan anak-anaknya kelak mempunyai pendidikan lebih baik dari dirinya. Segala hal yang berkaitan dengan proses kreatif yang dibutuhkan buah hatinya, dengan ringan tangan dia akan menyediakannya, seperti membelikan mereka laptop, kamera.

Belajar dan hidayah

Hirmansyah lahir dengan IQ mendekati superior yang menjadi modal dasar baginya menyerap pengetahuan dengan relatif mudah. Namun, dia tidak puas dan terus membekali diri dengan keterampilan dan pengetahuan baru, seperti pengalamannya saat menjadi 'tukang gambar' di proyek properti Bumi Serpong Damai (BSD).

Ketika itu, karya arsitekturnya yang disiapkan dengan susah payah tidak dihargai oleh manajemen BSD. "Kalau cuma bisa menggambar, hanya akan jadi kuli."

Dia memutuskan untuk belajar ekonomi dan manajemen. Kebetulan saat itu Bank Niaga membuka Management Development Program (MDP) bagi sarjana dari semua jurusan. Dia pun bergabung di dalamnya dan mendapatkan banyak pelajaran mengenai ekonomi, finansial, manajemen, dan kepemimpinan.

Menurut pengoleksi botol dan aksesori minuman Coca Cola ini, di Bank Niaga itulah perjalanan karier profesionalnya dimulai pada 1991 hingga 1997 dengan jabatan mulai dari staf pengawas kredit hingga manajer senior bisnis.

Di bank ini dia sempat menorehkan sejumlah prestasi a.l. menerima Special Recognition Award for Outstanding Performance & Contribution. Penghargaan ini hanya diberikan kepada 1% staf Bank Niaga yang memiliki prestasi sangat baik. Dan pria kelahiran Jakarta, 7 Mei 1962, ini adalah staf pertama yang mendapatkan penghargaan tersebut sebanyak dua kali.

Bagi Hiramsyah, zikir, pikir, dan ikhtiar, adalah tiga modal utama menjalani hidup yang sudah dijalaninya selama 46 tahun.

Namun, dari ketiganya itu, pria yang memiliki hobi bermain tenis, bela diri, membaca, dan bepergian, merasa tidak terlewatkan mendapatkan hidayah yang membuatnya selalu tepat menapaki jenjang karier dan memilih strategi paling jitu untuk sukses di hidup. "Karena banyak teman saya yang pintar dan punya strategi tetapi tidak mencapai puncak karir karena kurang mendapat hidayah," ujar pria yang menikah pada usia 27 tahun ini.

Hiramsyah merasa setiap detik adalah proses pembentukan diri. Namun, tidak cukup hanya sampai di situ, dia masih berkeinginan bahwa suatu saat hidupnya harus memberikan manfaat bagi orang banyak.

Salah satu upaya yang dilakukannya untuk memberikan manfaat baik kepada orang lain adalah dengan menjadi dosen di Bakrie School of Management.

Karena mengajar menurutnya merupakan bagian dari amal ibadah yang selalu berujung pangkal pada kebaikan. Selain perbuatan baik yang hingga saat ini masih terus dilakukannya kepada semua orang, yang menurutnya merupakan didikan yang ditanamkan kedua orangtuanya sejak masih kecil.

Melalui jalan apa pun, bapak dua anak ini berharap apa yang dilakukannya bisa membantu orang lain dan memberi manfaat kebaikan, termasuk bekerja di kelompok usaha Bakrie, yang menurutnya merupakan kendaraan untuk memberikan kontribusi yang besar kepada masyarakat.

Apalagi di lingkungan kelompok usaha Bakrie, Hiramsyah dikenal sebagai 'turn-around CEO' yakni CEO yang dianggap mampu mengubah perusahaan yang tadinya merugi menjadi untung.

Karena itu, dia ingin perusahaan yang dipimpinnya, Bakrieland, menjadi besar, sehat, dan bermanfaat.

"Jangan pernah malu melakukan apa yang baik. Karena semua yang dijalankan dengan niat baik pasti akan memberikan manfaat baik juga untuk kita," ujarnya dengan mimik serius.

Perbuatan baik itu juga yang selalu dia ajarkan kepada dua buah hatinya. Selalu berusaha untuk menjadi orang baik dan melakukan perbuatan baik.

Kini, setidaknya ada dua hal yang ingin dilihatnya kelak, yang menjadi cita-citanya, yakni anak-anaknya mentas dan menjadi lebih baik dibandingkan dengan dirinya, dan bangkitnya Bangsa Indonesia dari keterpurukan.

BIODATA

Nama : Hiramsyah Sambudhy Thaib
Tempat/tgl lahir : Jakarta, 7 Mei 1962
Pendidikan formal:

1968 -1974 : SD Besuki Jakarta
1975 - 1977 : SMPN I Jakarta
1978 -1981 : SMA III Jakarta
1981 - 1989 : Fakultas Arsitektur, Institut Teknologi Bandung
2002 - sekarang : Kandidat MM & MBA IPMI- Monash University
Pengalaman kerja:

April 2007 - sekarang : Presdir & CEO PT Bakrieland Development
2006 - 2007 : Komisaris PT Bakrieland Development
2005 - 2007 : CEO PT Bakrie Capital Indonesia
2004 - 2005 : Presdir PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN)
1997 - 2004 : Presdir & CEO PT Bakrie Nirwana Resort
1997 : Wakil Dirut PT Bakrieland Development
1991-1997 : Bank Niaga dengan berbagai posisi, terakhir sebagai Senior Business Manager.
1986 : Assistant Site Planner Bumi Serpong Damai


dikutip dari: bisnis indonesia


Monday March 3, 2008 - 12:12am (SGT) Permanent Link | 1 Comment
Masuk Rumah Melalui Pintunya
Seseorang melapor kepada saya tentang kemarahannya terhadap istrinya. Ia berkata, "Aku tidak mampu berpisah dengannya karena beberapa alasan, antara lain agamanya yang kuat dan kesabaranku yang sangat minim. Mulutnya hampir tidak lepas mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan hingga tampak sekali kemarahanku."

Saya lalu mengatakan, "Itu semua tidak ada gunanya. Engkau harus mendatangi rumah dari depan, jangan dari belakang (artinya dengan benar). Wajib bagimu untuk menyendiri dan menanyakan kepada dirimu apa sebenarnya yang terjadi. Engkau akan tahu bahwa perlakuan yang tidak baik terhadapmu disebabkan oleh kesalahanmu sendiri. Saat itulah engkau seharusnya meminta maaf. Adapun kemarahanmu terhadap istrimu tidak akan membantu sama sekali, sebagaimana dikatakan oleh Hassam bin Hajjaj, 'Siksaan dari Allah janganlah engkau hadapi dengan pedang, namun hadapilah dengan istighfar.'

Ketahuilah bahwa jika Anda dalam keadaan susah dan bersabar, Anda akan mendapat ganjaran. Mungkin saja engkau membenci sesuatu padahal ia lebih baik bagimu al-Baqarah:216). Berinteraksilah dengan Allah dengan kesabaran atas apa yang Dia takdirkan. Mintalah jalan keluar. Saat beristighfar, bertaubat dari segala dosa, bersabar atas takdir, dan memohon jalan keluar, sebenarnya Anda telah melakukan tiga bentuk ibadah yang akan dibalas dengan ganjaran.

Janganlah sekali-kali menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna, jangan pula sekali-kali berprasangka bahwa anda sanggup menghindari takdir Allah. Jika Allah menimpakan atas dirimu, maka tidak ada yang menghilangkannya kecuali Dia sendiri (at-Taubah:17).

Jika Anda menyakiti istri anda, padahal ia sangat berkuasa atas anda, hal itu jelas tidak benar. Oleh karena itu, lakukanlah cara lain yang mungkin dapat anda lakukan selain menyakitinya. Diceritakan dari beberapa orang salaf bahwa seorang laki-laki telah mencibir salah seorang dari mereka. Oleh karena itu, orang yang dicibir bersujud mencium bumi seraya berkata, " Ya Allah, ampunilah dosaku yang dengannya engkau telah jadikan orang ini menguasai dikiru. "

Orang tadi kemudian berkata kepada saya, "Istriku juga sangat mencintaiku. Ia juga sangat sayang kepadaku dengan semangat pengabdiannya yang sangat tinggi. Akan tetapi, kebencianku tidak terbendung lagi."

Saya berkata kepadanya, "Jika demikian, berinteraksilah dengan Allah dengan sabar karena kesabaranmu akan mendapat ganjaran."

Suatu saat seseorang berkata kepada Abu Utsman an-Naisaburi, "Apa yang paling engkau harapkan dari amalanmu?" Abu Utsman berkata, "Pada saat aku masih muda, keluargaku berusaha mengawinkan aku, namun aku enggan. Suatu saat ada seorang wanita yang datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Abu Utsman, aku jatuh cinta kepadamu. Aku mohon kepadamu, demi Allah, kawinilah aku.' Perempuan itu menghadirkan ayahnya yang sangat miskin. Aku pun lalu dikawinkan dengan wanita tadi. Tatkala aku berkumpul dengannya dalam satu kamar, ternyata ia pincang dan sangat buruk. Karena kecintaannya kepadaku, ia melarangku keluar rumah. Aku terpaksa duduk di rumah untuk menjaga hatinya. Aku sama sekali tak menampakkan kemarahan kepadanya, padahal aku seperti berada di atas bara. Demikianlah, kejadian itu berlangsung selama lima belas tahun hingga ia meninggal. Tidak ada amal yang kuharapkan, kecuali menjaga hatinya agar tidak terluka."

Saya katakan kepada orang tadi, "Itulah perbuatan orang yang berjiwa besar. Sadarilah apa faedah kemarahan dalam menghadapi musibah? Caranya, hanya satu seperti yang disebutkan tadi, yaitu bertaubat, bersabar, dan mintalah jalan keluar. Ingatlah segala dosa dan akibatnya. Jika engkau dibukakan jalan keluar, hal itu bukanlah sesuatu yang sangat mengejutkan. Jika tidak, bersabar atas takdir adalah ibadah."

Tampakkanlah rasa cinta anda kepada sang istri meskipun mungkin dalam hati tak ada sedikitpun rasa cinta. Mengikat diri itu tidaklah tercela. Yang tercela adalah jika anda mengadakan ikatan dengan orang yang tak pantas.


Oleh: Imam Ibnu Al-Jauziy







Saturday February 9, 2008 - 07:22pm (SGT) Permanent Link | 3 Comments
Menyimpan Rahasia
Banyak manusia yang tak mampu menahan diri dan menyimpan rahasia-rahasia dirinya. Jika seseorang mengumbar rahasia-rahasianya kepada orang lain, justru merekalah yang sering ia cela. Sungguh aneh! Ia sendiri yang tak mampu membendung rahasia itu, justru orang lain yang ia cela karena kemudian menyebarkan rahasia itu kepada orang yang lain lagi. Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw bersabda, Hendaknya tindakanmu menyimpan rahasia diri sendiri dapat membantumu dalam segala urusanmu. Sungguh, jiwa kita sangat sulit menyimpan rahasia yang bergulir di benak dalam kita. Anehnya, kita mengganggap bahwa membeberkan rahasia akan meringankan beban otak dan jiwa kita, terlebih jika berhubungan dengan rasa sakit, penderitaan, dan cinta. Tiga hal itu sulit sekali untuk bisa dirahasiakan.

Yang wajib dirahasiakan ialah sesuatu yang ingin dicapai. Adalah suatu kecerobohan jika seseorang membeberkan suatu rencana sebelum rencana itu matang adanya. Jika rencana itu dihembuskan terlebih dahulu, seringkali yang terjadi adalah tak terwujudnya rencana itu. Jika hal itu tetap dilakukan, maka tak ada maaf bagi mereka yang membocorkan rahasia atau rencana itu. Jika ingin bertempur, Rasulullah bahkan seringkali menggunakan kata-kata kiasan yang tidak dapat ditangkap maknanya secara langsung dengan maksud agar musuhnya tidak mengendus apa yang ia rencanakan.

Andaikan ada seseorang yang berkata, "Aku hanya menceritakan hal-hal yang bersifat rahasia khusus kepada orang-orang yang sangat aku percaya." Katakan saja padanya bahwa suatu pembicaraan yang telah diketahui oleh lebih dari dua orang sudah bukan rahasia lagi namanya. Tidakkah sering kita dengar, banyak raja yang ingin menangkap seseorang namun terlanjur menuturkan rencana itu kepada orang kepercayaannya. Akibatnya, orang yang akan ditangkap itu lari dan gagallah rencana sang raja.

Sesungguhnya seorang laki-laki yang memiliki kemauan keras adalah yang mampu menyimpan rahasianya dan sama sekali tak membeberkannya kepada orang lain. Seseorang pun dianggap lemah jika tidak mampu menyimpan rencananya, sekalipun di hadapan istri ataupun anaknya. Harta adalah termasuk hal yang tak boleh dibeberkan secara begitu terbuka. Jika jumlah harta yang anda miliki diberitahukan kepada orang lain, bisa saja para pewaris anda akan mengharapkan anda segera meninggalkan dunia ini. Sebaliknya, jika harta anda sedikit, mereka mungkin tidak menghormati anda. Selain itu, bisa saja orang-orang yang kaya akan dimintai siapa saja karena mereka mengetahui jumlah kekayaannya. Akibatnya, hartanya bisa habis untuk hal-hal yang sebenarnya sangat tidak berguna.

Kesusahan adalah juga hal yang harus dirahasiakan. Jika kesusahan dibeberkan, itu hanya akan membuat orang yang membenci menjadi sangat gembira dan bersuka cita dengan kesusahan kita, sedangkan orang yang mencintai kita akan risau hatinya. Seseorang harus pula mampu merahasiakan umurnya. Jika ternyata umurnya tua, ia akan dihina karena ketuaannya dan jika masih muda ia akan diremehkan karena belum dewasa.

Yang harus dihindari adalah menghina seorang pemimpin atau pejabat tinggi saat ia berada di antara relasi-relasinya. Jika mereka sampai tahu aib si pemimpin atau pejabat dan mereka membicarakannya kepada yang lain, hilanglah wibawa sang pemimpin jika ia sampai tahu hal itu. Harus diwaspadai pula jika seseorang keliru, dengan mengganggap remeh orang lain tulus menceritakan rahasia dan ia merasa berkewajiban untuk menyebarkannya. Dalam sebuah syair dikatakan,

Berhati-hatilah terhadap musuhmu satu kali
Namun terhadap temanmu sendiri seribu kali
Karena mungkin temanmu berbalik
Hingga ia tau dari mana harus membidik

Jika seseorang membuka rahasia kepada istrinya atau temannya, hal itu dapat menjadi bumerang yang siap menghantam dirinya suatu waktu. Ketika terjadi masalah, ia tidak akan mampu mentalak istrinya atau melepaskan diri dari temannya, khawatir kalau-kalau si istri atau si teman tadi akan membeberkan rahasia-rahasia keburukannya. Orang yang kuat kemauannya adalah yang bergaul dengan manusia secara lahiriah saja, dengan begitu dadanya tidak sesak terbebani oleh rahasia-rahasia yang pernah diungkapkannya.

Jika suatu saat ia terpaksa harus berpisah dengan seorang istri, seorang teman, ataupun seorang pelayan, ia tak akan pernah terbebani kekhawatiran bahwa mereka akan membuka rahasia-rahasia yang pernah diucapkannya. Rahasia yang paling besar adalah apa yang dilakukan dalam kesendirian. Oleh karena itu, janganlah seseorang menceritakan kebaikannya dalam kesendiriannya untuk diketahui orang lain. Hal itu adalah riya'. Ketahuilah oleh anda, orang yang dikaruniai akal yang tajam akan terbimbing menuju kebenaran sebelum ia mendengar nasehat-nasehat sekalipun.


Thursday January 31, 2008 - 09:15pm (SGT) Permanent Link | 5 Comments

Add Agnes' Journals to your personalized My Yahoo! page:

Add to My Yahoo!RSS About My Yahoo! & RSS
1 - 5 of 107 First | < Prev | Next > | Last