Yahoo! 360° News | Beta Feedback
Start your own Yahoo! 360° page
1 - 5 of 112 First | < Prev | Next > | Last

Agnes' Journals Full Post View | List View

Bahagia :: Damai :: Produktif

Memahami Hikmah
Saya pernah ditanya seseorang tentang perkataan orang bijak, "Barang siapa yang tidak berhati-hati dengan akalnya, akan dihancurkan olehnya." Apa makna perkataan itu? Saya lama memikirkannya. Akhirnya, terkuaklah maknanya. Jika anda memaksakan diri untuk mengetahui Zat Allah dengan akal anda, anda dapat terjerembab dalam tindakan menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Makna 'Berhati-hati' di atas adalah hendaknya seseorang melihat dengan bening dan jernih bahwasanya Allah mustahil memiliki bentuk jasadi atau yang serupa dengan itu.

Jika melihat perbuatan-perbuatan Allah, orang cerdas akan melihat banyak hal yang akalnya sendiri tak mampu menangkapnya. Misalnya, penyakit yang menimpa manusia, dibunuhnya binatang-binatang, munculnya perbuatan jahat musuh-musuh Allah terhadap para wali-Nya padahal Dia mampu mencegahnya, atau dicobanya orang-orang saleh dengan kelaparan yang dahsyat, atau disiksanya seseorang akibat sebuah dosa padahal ia telah menjauhkan diri dari dosa itu. Jika dihadapkan kepada akal, semua itu terlihat tak ada hikmahnya sama sekali.

Oleh karena itu, waspadalah terhadap akal. Katakanlah kepadanya, "Bukankah telah jelas bahwa Dia adalah Raja Diraja, Mahabijaksana, dan tak pernah melakukan segala sesuatu dengan sia-sia?" Pasti ia akan menjawab, "Memang." kemudian katakan, "Dalam perbuatan-Nya tersembunyi banyak hikmah yang tidak sanggup engkau tangkap. Karenanya, engkau tinggal menyerahkan segalanya kepada-Nya sebab Dia Mahabijaksana." Saat itu akal pasti mengatakan, "aku berserah diri kepada Allah".

Banyak manusia yang melihat semua yang diciptakan Allah dari sudut pandang akalnya sehingga mereka membangkang. Banyak orang awam berkata, "Bagaimana Allah menentukan siksaku nantinya? Kenapa Dia mempersempit rezekiku? Apa hikmah yang terkandung dari banyaknya bala yang menimpa diriku?" Andai menerima secercah sinar bahwa Dia adalah Yang MahaBijak, ia pasti menyerahkan semuanya kepada Allah.

Iblis adalah contoh populer makhluk yang mengandalkan akalnya. Ia menganggap tanah, bahan penciptaan Adam, lebih rendah mutunya daripada api, bahan penciptaan dirinya. Akhirnya, ia menentang Allah yang menciptakannya.

Kita juga melihat banyak manusia yang mengaku berilmu melakukan hal yang sama. Mereka menganggap bahwa banyak hal yang diciptakan tak mengandung hikmah. Penyebabnya adalah anggapan mereka bahwa akal adalah senjata utama sehingga mereka menganalogikan perbuatan Tuhan dengan perbuatan mahkluk. Andaikata menggunakan akal-batin, yaitu pengakuan bahwa Dia adalah Yang Mahasempurna dan Mahabijak, dapat dipastikan mereka akan menyerah bulat-bulat dan memahami bahwa akallah yang tidak mampu memahami rahasia hikmah-Nya.

Bandingkan dengan apa yang terjadi pada Musa dan Khidir. Tatkala Khidir melakukan berbagai hal yang keluar dari batas-batas kewajaran, Musa mengingkari apa yang dia lakukan. Dia melupakan peringatan Allah bahwa Khidir telah diberi ilmu yang dapat melihat rahasia dibalik peristiwa. Jika Musa saja tidak banyak menyingkap hikmah Allah, apa lagi mahkluk kecil yang tak memiliki keistimewaan apa-apa. Ini penting dalam agama, sebab, jika tidak tertanam dalam hati, manusia dapat menggiring ke arah kekufuran. Jika hal itu tertanam dengan kuat, ia akan selalu menghadapi segala peristiwa yang menimpa.

oleh: Imam Ibnu Aljauziy
Monday April 20, 2009 - 10:06am (SGT) Permanent Link | 3 Comments
G U R I N D A M 12

Gurindam I

Ini gurindam pasal yang pertama:

Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.
Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terpedaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia melarat.

Gurindam II

Ini gurindam pasal yang kedua:

Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua temasya.
Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam III

Ini gurindam pasal yang ketiga:

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.

Gurindam IV

Ini gurindam pasal yang keempat:

Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah fikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam V

Ini gurindam pasal yang kelima:

Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI

Ini gurindam pasal yang keenam:

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Gurindam VII

Ini Gurindam pasal yang ketujuh:

Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam VIII

Ini gurindam pasal yang kedelapan:

Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam IX

Ini gurindam pasal yang kesembilan:

Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam X

Ini gurindam pasal yang kesepuluh:

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam XI

Ini gurindam pasal yang kesebelas:

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.

Gurindam XII

Ini gurindam pasal yang kedua belas:

Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.
Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.


karya Raja Ali Haji, seorang sastrawan dan Pahlawan Nasional dari Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau.

Monday February 16, 2009 - 11:42am (SGT) Permanent Link | 1 Comment
Saudagar Tomat
Pada suatu ketika ada seorang anak muda yang berasal dari kampung dan bermodalkan lulusan SMP mencoba mengadu nasib di Jakarta . Dia melamar ke sebuah perusahaan komputer terkemuka di dunia yang berkantor di Jakarta sebagai office boy atau tukang sapu.

HRD Manager : Anak muda kamu ingin bekerja di sini ?
Anak Muda : Iya Pak, saya mau bekerja sebagai tukang sapu saja di kantor ini
HRD Manager : Baiklah kalau begitu saya akan berikan test tertulis kepada Anda.

Maka test tertulis pun diberikan kepada si anak muda dan terlihat dia bisa mengerjakan test tersebut dengan sangat baik. Setelah waktu mengerjakan test telah usai maka anak muda inipun diminta untuk pulang dan menunggu hasilnya dalam 1 minggu ke depan.

Satu minggu akhirnya berlalu dan anak muda ini dengan penuh keyakinan datang ke perusahaan komputer tersebut untuk memastikan dia bisa bekerja di sana.

Anak Muda : Pak bagaimana hasil test saya ?
HRD Manager : Anak muda hasil test anda sangat baik tapi mohon maaf saat ini

kami tidak bisa menerima anda bekerja di tempat kami.
Anak Muda : Dengan sangat terkejut dia bertanya '

kenapa saya tidak diterima padahal hasil test saya sangat baik?'
HRD Manager : Anak muda di formulir data karyawan ada tertulis alamat email

tetapi ternyata anda tidak mengisinya pada saat itu !
Anak Muda : Memangnya email itu apa Pak, saya tidak

punya email sehingga saya tidak tahu harus isi apa !

HRD Manager : Karena itulah anak muda sistem di kantor kami yang menolak

anda karena semua orang di sini harus mempunyai email pribadi.

Dengan perasaan sedih akhirnya diapun meninggalkan perusahaan tersebut dan terus terbayang kata 'email' dalam benaknya yang membuat dia gagal di perusahaan tersebut. Karena kecewa diapun akhirnya pulang kembali ke kampung dan dengan sisa semangatnya di mencoba bercocok tanam sebagai lahan kehidupannya.

Lima tahun kemudian di sebuah kampung ada seorang saudagar tomat yang sangat sukses, berita kesuksesannya bahkan sudah menyebar ke kota . Kemudian pada suatu hari ada seorang wartawan perempuan yang berkunjung ke kampung tersebut dan akhirnya bertemu dengan saudagar tomat yang sangat sukses tersebut.

Wartawan : Pak apakah bisa ceritakan bagaimana perjalanan hidup Bapak

sehingga bisa menjadi saudagar tomat yang sangat sukses seperti

ini ?

Saudagar Tomat inipun bercerita banyak kepada sang wartawan dan kemudian pada akhir wawancara :

Wartawan : Pak terima kasih atas ceritanya, apakah Bapak punya email

supaya nanti kami mudah untuk berkomunikasi dengan Bapak

Saudagar Tomat : Mendengar kata 'email' dia mengkerutkan dahinya sambil berkata

“Ibu Wartawan, saya tidak punya email dan kalaupun saya

mempunyai email dalam hidup ini mungkin saya tidak bisa

menjadi saudagar tomat yang sukses di kampung ini dan saya

mungkin hanyalah menjadi seorang tukang sapu di Jakarta .

Seorang bijak pernah berkata bahwa dalam kehidupan ini selalu ada kabar baik dan kabar buruk, kita tidak pernah tahu apa maksud itu semua yang sedang disiapkan Sang Maha Pencipta untuk kita. Yang bisa kita lakukan, baik itu kabar baik ataupun kabar buruk adalah menjalankannya dengan pikiran dan hati yang positif karena kita percaya di balik itu semua ada sebuah rencana besar yang sedang disiapkan Sang Maha Pencipta bagi kita untuk menjadikan kita semakin bermakna dan semakin besar.

Krisis mungkin sedang melanda kita saat ini, kita menjadi orang yang sukses atau tidak tergantung bagaimana kita memandang dan menyikapi krisis ini. Kalau kita yakin kita bisa melewatinya maka krisis menjadi batu loncatan besar bagi hidup kita untuk menjadi lebih baik tetapi kalau kita hanya berpikir negatif dan akhirnya bertindak negatif maka krisis inilah yang akan menghancurkan hidup kita.

Sebuah pepatah sangat terkenal berkata : Anda akan menjadi seperti apa yang sering anda pikirkan !


Dikutip dari: pcd.itb.ac.id

Tuesday January 27, 2009 - 12:13pm (SGT) Permanent Link | 4 Comments
Ingin Mengenal Seseorang? Lihatlah Temannya
Saya merasakan kenyamanan jika berkumpul dengan orang-orang yang saya anggap sebagai teman. Akan tetapi, setelah pengalaman sekian lama, ternyata kebanyakan dari mereka adalah pendengki terhadap nikmat yang diperoleh orang lain; musuh yang tak pernah menutupi kesalahan dan tak tahu hak-hak majelis; tak pernah memberikan harta kepada orang lain. Oleh karena itu, saya merenungkan dalam-dalam, ternyata Allah tidak begitu saja mengaruniai ketentraman dalam hati seorang mukmin, karena hatinya cenderung bernoda.

Dengan demikian, wajib bagi manusia untuk berhati-hati memandang sesamanya, sebagai orang asing dan bukan sebagai teman. Anggaplah semuanya seakan sebagai “musuh”----bukan dalam pengertian sebenarnya. Janganlah anda membuka rahasia anda kepada salah seorang di antara mereka. Jangan pula mengemukakan apa pun kepada orang-orang yang tidak sanggup menderita, meskipun itu anak, saudara, atau teman sendiri.

Bergaullah dengan mereka secara lahiriah saja. Janganlah anda bergaul dengan orang-orang tak terdidik kecuali dalam keadaan sangat darurat dan dengan penuh kehati-hatian. Menjauhlah dari mereka dan kembalilah menghadap Allah dengan penuh tawakkal kepada-Nya, karena hanya Dial ah yang mendatangkan kebaikan dan menjauhkan keburukan. Jadikanlah Dia teman duduk anda, teman akrab anda, serta tempat curahan tawakkal dan pengaduan anda. Jika pengaduan anda melemah, mohonlah pertolongan kepada-Nya dan jika keyakinan anda berkurang, mintalah kekuatan dari-Nya.

Friday January 23, 2009 - 04:43pm (SGT) Permanent Link | 2 Comments
10 Alasan Perempuan Berselingkuh

Umumnya, perempuan berselingkuh bukan karena sekadar iseng. Ada beberapa alasan yang membuat mereka memutuskan untuk melakukan hal ini. Apa saja ya?

1. Balas dendam
Kalau Anda mengkhianati cintanya, dia juga bisa melakukannya, bahkan lebih hebat dari Anda. Kalaupun sampai ketahuan oleh Anda, mungkin memang dia sengaja. Masing-masing perempuan memang punya caranya sendiri dalam menghadapi perselingkuhan yang dilakukan kekasihnya dan patah hati yang dirasakannya. Dia bisa melakukannya sembunyi-sembunyi di belakang Anda, bisa juga sengaja “memamerkannya”.

2. Urutan kesekian
Layaknya seorang kekasih, si dia ingin selalu jadi nomor satu dalam hidup Anda. Bukan nomor dua, apalagi nomor-nomor berikutnya. Dialah prioritas dan ratu di hati Anda.

3. Kekerasan
Kini, banyak perempuan yang makin sadar pentingnya penghargaan atas dirinya sendiri, salah satunya dengan bersikap tegas ketika pasangannya melakukan tindak kekerasan (umumnya secara fisik) kepadanya. Mungkin awalnya dia akan mencoba bertahan, tapi bila Anda kembali mengulangi tindakan Anda ini, mereka akan meninggalkan Anda. Mereka yakin, masih banyak pria lain yang bisa menghargainya jauh lebih baik daripada Anda.

4. Hambar
Perempuan menyukai hal-hal detail, misalnya hari ulangtahunnya, hari jadi Anda berdua, atau hal-hal istimewa lainnya. Hati-hati bila Anda menganggap semua ini sebagai hal remeh, apalagi bila selama ini si dia selalu mengurus semua kebutuhan dan rela berkorban demi Anda. Bila Anda tak pernah menghargai apa yang sudah ia lakukan untuk Anda dan mengabaikan hal-hal yang dianggapnya penting, bersiaplah menghadapi pertengkaran hebat.

5. Seks
Meski Anda kaya dan selalu memberinya perhatian penuh, ketidakpuasannya dalam urusan seks tak bisa diabaikan begitu saja. Ini berbahaya bagi sebuah perkawinan. Karena itu, segera cari solusinya.

6. Cadangan
Ketika putus cinta, umumnya perempuan lebih “menderita” menghadapi hari-harinya yang panjang sebelum akhirnya ia bangkit lagi. Karena itu, ketika melihat tanda-tanda hubungan yang dijalaninya tidak bisa dipertahankan lagi dan akan segera berakhir, bukan tak mungkin ia mulai mencari pengganti Anda. Jadi, kalau Anda memang benar-benar mencintainya, perbaikilah hubungan Anda segera.

7. Pria bermasalah
Maksudnya, banyak hal-hal di sekeliling Anda yang membuat pasangan Anda merasa “gerah” dan ikut menanggung “beban” itu. Sebab, selain menjalin hubungan dengannya yang tentunya tak lepas dari masalah, Anda juga masih harus menangani mantan kekasih Anda yang terus “meneror”, keluarga yang selalu ikut campur pada urusan Anda, belum lagi ulah teman-teman yang melibatkan Anda dalam masalahnya. Akan makin lengkap "penderitaannya" bila Anda termasuk anak mama. Alih-alih memberi perhatian dan berbagi kasih sayang dengan kekasih, Anda malah sibuk sendiri.

8. Hubungan jalan di tempat
Umumnya, ketika menjalin hubungan dengan pasangannya, perempuan menginginkan adanya hubungan yang berkomitmen yang berujung pada pernikahan. Bila hubungan yang dijalani sudah sekian lama, tapi tak ada peningkatan ke jenjang berikutnya, mereka akan berpikir Anda tidak menginginkan hubungan ini berlanjut. Jadi, buat apa menunggu Anda lebih lama?

9. Bosan
Hal yang satu ini bisa muncul karena dia terperangkap rutinitas di rumah atau hubungan yang Anda jalani dengannya membosankan baginya karena Anda tak memberinya perhatian yang dia harapkan dan waktu Anda lebih banyak dihabiskan untuk hal lain ketimbang bersamanya. Padahal, perempuan menyukai kejutan dan selalu ingin dianggap istimewa.

10. Hubungan tidak seserius yang diduga
Awalnya mungkin Anda memang senang menjalani hubungan dengannya, tapi ternyata Anda tidak menikmati dan tak merasa ingin terikat dengannya. Tak heran bila Anda masih mencoba “melirik” sana-sini, padahal dia sudah menyerahkan seluruh perasaannya kepada Anda.

Wednesday December 17, 2008 - 07:18am (SGT) Permanent Link | 4 Comments

Add Agnes' Journals to your personalized My Yahoo! page:

Add to My Yahoo!RSS About My Yahoo! & RSS
1 - 5 of 112 First | < Prev | Next > | Last