Karaeng Galesong and Syech Yusuf give me more inspiration of how we appreciate our National Heroes
A wise peoples is a man who appreciate their heroes.Karaeng Galesong is the one from Macassar.
IKA DAENG MACCA NA MASEGGA..
Warga Makassar akrab dengan “Coto Makassar Asuhan Daeng Tunru” sementara penggemar kuliner di Jakarta fasih menyebut “Konro Bakar Mamink Daeng Tata”. Kepada pengayuh becak, kita menawar harga, “Berapa sampai pasar, Daeng?” Nun jauh di perantauan, tidak sedikit orang Bugis-Makassar melestarikan sebutan “Daeng” untuk menegaskan identitas mereka. Bagi masyarakat Bugis, panggilan “Daeng” terbatas untuk merujuk pada seseorang yang dituakan. Tapi bagi masyarakat Makassar, Daeng juga adalah nama khusus atau disebut paddaengang, cerminan harapan yang luhur. Seperti apakah pengunaan nama daeng ini di tengah masyarakat Makassar?
Tanpa disengaja pembicaraan di Milis Panyingkul menjadi hangat. Tadinya ada bapak Halim HD yang menanyakan reply milis saya yang membicarakan tentang adanya tiga cappaq salah satu cappaq dari tiga cappaq senjata orang Bugis Makassar. Ketiga cappaq (ujung) itu yakni ujung lidah (diplomasi), ujung kemaluan (pernikahan) dan ujung badik (peperangan) . Sebelum nama Ujung Pandang di ganti ada satu cappaq lagi, yakni Ujung Pandang. Artinya bila ketiga cappaq itu gagal, maka dipakai Ujung Pandang yakni harus balik ke Ujung pandang. Namun kini Ujung Pandang sudah terhapus lantaran orang Bugis Makassar tak mau gagal.
Kemudian bapak Halim HD pun menanyakan dari mana saya dapatkan informasi tersebut, kebetulan saya mengutipnya dari blog situs mappajarungi dengan alamat www.mappajarungi.multiply.com, dan dengan sekali klik saja muncul kembali jawaban meluncur dari salah satu koordinantor senior millis Panyingkul, bapak daeng Rusli. Beliau mengatakan baru mau mengirim jawaban untuk bapak Halim HD, eh tau2 udah ada jawaban yang relatif singkat dari saya dimana beliau menanyakan alamat email bapak Mappajarungi di Harare Zimbabwe.
Dan walhasil saya mendapat nama kehormatan, nama paddaengang dari koordinator senior milis Panyingkul Daeng Rusli dengan alamat http://daengrusle.com, suatu nama yang cantik IKA DAENG MACCA NA MASEGGA yang artinya orang yang cerdas nan gesit (wowww...!) . Dengan segala kerendahan hati, saya mengucap syukur sedalam dalamnya karena nama adalah doa.. Terimakasih..
Salama'
Diatas adalah foto Balla Lampoa pada senja setelah penurunan bendera merah putih, diambil oleh bapak Kamaruddin Aziz dengan alamat http://daengnuntung.com
Pengalaman yang menegangkan, mengesankan, mengasikkan, dan susah untuk dilupakan. Waktu seminar Asia TEFL di Hotel Sanur Paradise Sanur Denpasar Bali. Maklum kita gak pernah pergi2 jauh. Tapi yang namanya tugas ya harus dijalankan mau tidak mau, jauh2 juga harus disamperin.
Berangkat pake bus Gunung Harta yang dingin banget kayak di kutub aja. Ni bis bener2 dah di set seperti di dalam kulkas aja. Udah pake jaket and selimut masih adhemmm aja, hiiihhh.. Driver Gunung Harta cakep juga, hehe. Tapi aneh juga, dia gak ngobrol sedikitpun, maklum dia lagi serius nyalip2 truk2 dari Pasuruan menuju ke arah Timur. Dia seperti gak pernah tenang, gak sabar pengen mendahuluin setiap truk yang menuju ke arah yang sama. Pelit bicara banget dia. Co driver nya juga jarang diajak bicara, padahal tadinya kulihat di garasi bis Pattimura mereka saling ngobrol .
Eh ternyata pendapatku salah, setelah di penyebrangan dan sampe di pulau Bali, di jadi cerewet banget. Ternyata dia Balineese... Ooo jadi dia nunggu sampe di pulau Bali baru berani bicara. Wah ...
Yang bikin aku tegang sampe di penyebrangan veri Ketapang Banyuwangi, kita semua yang KTP Jawa suruh turun semua. Mereka memeriksa semua KTP kita, mungkin dikira kita teroris kale. Tapi mangkel juga, KTP ku digunting pinggirnya, jadi sekarang KTP ku terbuka. Masih untung, punya pak Joko temenku dipotong jadi dua dhwelll dhwelll.. wahhh. Kenapa seh jadi anarkhis gitu?? Tegang banget lah, wong kita di penyebrangan sekitar jam 2 malam, siapa gak takut. Kita ngantuk2 dibentak2 suruh turun dan diinterogasi sama polisi2 berbahasa jawa lage. Hiiihh.
Edisi ke dua
Beruntung sekali aku dapat kesempatan meskipun ke Bali, tapi bisa bertemu dengan 700 orang pakar pendidikan bahasa Inggris dan linguistik. Ada professor Jack Richard ada David Nunan dan Rod Ellis. Sungguh mereka adalah penemu2 metode mengajar yang sangat brilian, karena sudah dipakai dan dibuktikan di seantero penjuru dunia. Mereka masih energik, masih berkarya dan masih amat sangat terkenal sejalan dengan semakin tuanya Noam Chomsky yang juga terkenal di bidang linguistik, dengan semakin tua beliau, sama sekali ntidak menghambat beliau untuk terus berkarya.
Di Bali dengan uang saku yang minim, aku nggak mungkin tinggal di hotel. Kantor jurusan begitu pelit hingga hanya memberi aku uang hanya satu juta, hiks kasihan deh aku. Untunglah aku punya sahabat di denpasar Endang Sri Rahayu dan segera kukontak dia untuk bisa tinggal di rumah dia sementara. Wah dia seneng banget, aku juga sangat berterimakasih dia mau menerima saya. Selama disana aku diperkenalkan dengan makanan2 Bali dan, pelecing dan segala macam. Aku juga diajak keliling denpasar, hmm bener2 deh, maklum lah aku jarang keluar kota. Ake bener2 melihat pemandangan baru, yang biasanya hanya kulihat di TV. Betapa ndesonya Ika ini.
Di hotel Sanur Paradise, hotel dekat pantai Sanur yang cukup besar dan asri dan lumayan dingin dengan hawa hangat Denpasar yang lumayan membakar, selama seminar aku dapat 3 kali makan, breakfast dinner dan lunch, dan semua notabene makanan khas hotel yang tentunya makanan2 yang tersedia adalah makanan internasional. Pada suatu saat, ini bener2 pengalaman yang cukup mendebarkan berada di hotel itu, aku santai aja ambil makanan di buffet. Semua makanan diberi label, tapi aku lupa melihat label tersebut. Setelah ambil nasi ada berbagai menu ditawarkan, salah satu kusendok aja secukupnya tanpa melihat labelnya. Kayaknya sih ayam di beri saus kuning seperti kunyit. Temen di sebelah senggol2 sambil melirik, eh kenapa ambil itu, coba lihat label nya. Kuamati label kayu itu dan kubaca dengan hati2, waduh ternyata Chicken Grilled with Wine. Berarti…
Hmm tanpa babibubebo.. kukembalikan semua ayam yang telah kuambil barusan lalu tanpa berpikir panjang aku langsung nyelonong menuju meja lain yang menyediakan menu bali, disana ada pelecing kangkung dan sambel matah. Uh lega rasanya, piring kuletakkan di tempat piring kotor, lalu kuganti dengan piring baru. Ya Tuhan hampir saja menkonsumsi makanan dengan campuran wiski di dalamnya. Aku tak sadar ada seseorang yang mengamati gerak gerikku dari tadi. Dia terheran2 dan curiga banget, seperti ingin bertanya. Akhirnya diapun bertanya juga, dalam bahasa Inggris. Why did you put them back? Wow aku gak tau bagaimana mau jawab pertanyaan dia. Bagaimana cara mengungkapkan pada dia bahwa makanan ini haram. Bagaimana caranya bilang padanya bahwa makanan ini dilarang oleh agama ku. Hmm aku berpikir cepat untuk menjawab, dia betul2 menunggu jawaban. Sorry I put them back because I am driving, halah..
Mandadak dapat undangan ASEAN TEFL di Sanur Beach Denpasar Bali. Wah sibuk banget nih ngurus surat2 perjalananya tadi, tp untunglah semua beres and pasti dapat uang saku, hehe. Tapi ternyata dapatnya cuma segitu, ya udah lah yang penting bisa nyampe sana, bisa jalan2. Sahabatku dulu waktu masih kuliah dah nunggu disana mau ngajak aku jalan2. Nggak tau hari ini dia koq nggak online ya, kuhubungi dengan sms juga nggak jawab. Hp malah penuh sms dari Rahman yang di Balikpapan itu, kebetulan nanyain sahabat dia yang lagi ngurus surat pindah dari malang ke Balikpapan
Beruntung nih preliminary presentation, presenter nya David Nunan, Professor Jack Richard dan Rod Ellis. Itu tuh semua pakar Grammar International. Mudah2an orangnya mau diajak foto ma aku n temen2ku, hwehehe..
Alamat situs resmi Jack Richard adalah www.profjackrichards.com
Siang itu banyak juga ternyata pengunjung wisata kolam pemancingan di Tegalgondo, belakang kampus III UMM. Tua muda tumplek blek disana, tak hanya anak2 kecil, anak2 muda, bahkan lebih banyak didominasi dengan orang2 paruh baya.
Alat pancing yg dibawa pun beragam, mulai dari yg paling sederhana dan tradisional, yaitu sebilah kayu bambu yg diberi senar sampe pancing2 modern yg dilengkapi dengan putaran senar yg canggih. Anak2 pun sibuk dengan bekal nya, wah malah sibuk makan. Ada juga yang mengeluarkan umpan2 dengan jampi2 khusus, hihihi. Jampinya ada aja, yang pake jangkrik lah, ulat hongkong lah, ada juga yg pake pentol cilok, ada2 aja. Pentol cilok tu lebih lezat dimaem sendiri ah, dari pada dikasi ke ikan. Ada2 aja..
Semua tangan dan mata seolah2 tertuju pada kail dan alat pancing2 nya masing, jangan2 ada yg narik. Semua kolam seakan penuh dengan pancing2 yang siap merenggut bibir lele, gurami dan mujair. Wajah2 serius terlihat jelas dari tempat dudukku di kolam gurami. Tangan2 pun cekatan saat senar pancing terlihat tegang, tertarik bibir ikan yg meronta2.
Ada yang aneh di kolam pemancingan ini.. Kenapa semua pengunjung terutama anak2 muda dan orang2 tua terlihat beda, terutama di salah satu jari mereka. Ada apa yah
Terlihat biru2...
Oooohh.. ini tadi kita semua baru saja melakukan coblosan, pemilihan bagi Gubernur Jatim dan Wakilnya, kemudian walikota Malang dan wakilnya.
Heheh..
Festifal Malang Tempo Dulu Sejuta Tradisi Sejuta Aksi
Malang Kembali di Jalan Ijen kota Malang adalah Event pembelajaran sejarah dan budaya tradisi sekaligus momentum penguatan citra pariwisata budaya. Upaya pengkondisian wilayah even menjadi satu lorong waktu.
Jalan Ijen adalah jalan terkenal dan legendaris yg menjadi ikon yang dibanggakan oleh masyarakat malang. Jalan Ijen dah dibangun sejak abad 18, kondisinya masih indah karena rumah2 yang tertata rapi disana adalah peninggalan jaman Belanda yang berarsitektur Eropa.
Add Karaeng Galesong is my favourite Hero to your personalized My Yahoo! page: